10 Album Band Punk Terbaik

Album-album di bawah ini dipilih karena berbagai hal, salah satunya adalah mereka menancapkan pondasi untuk musik punk dan hardcore saat ini. Selain itu, album-album inipun sering dijadikan rujukan atau influence bagi band-band selanjutnya. Ada pula album yang menginspirasi karena banyak bercerita tentang kondisi sosial dan politik serta masyarakat. Hal terpenting lainnya yaitu, bagi kamu yang baru bersentuhan dengan punk maka dengarkanlah album-album di bawah ini. Hey! Ho! Let’s go!

1. Ramones – Self-Titled (1976)

ramones

Ketika Ramones memulai di tahun 1974, orang-orang belum mengerti tentang musik mereka, meskipun faktanya mereka tidak memainkan suatu musik yang baru. Pada dasarnya, band ini memainkan musik pop 50′ an dan 60’an, namun memainkannya dengan lebih keras dan ketukan yang lebih cepat. Mereka mengambil musik yang mereka sukai, dan pada akhirnya album ini membantu menciptakan dan mempengaruhi scene punk Amerika dan dunia selama-lamanya.

2. Black Flag – Damaged (1981)

black flag

Nama Black Flag telah menjadi favorit terlebih dahulu di scene punk rock Los Angeles jauh sebelum album ini keluar. Hal tersebut diperkuat setelah munculnya full album pertama mereka Damaged. Vokalis awal mereka Henry Rollins memberikan nuansa vokal yang energik ditambar riff-riff gitar dari Greg Ginn membuat suatu ledakan yang hebat bagi punk rock dan hardcore. Subyek lagu album ini berkisar pada ‘tortured introspection’, hal tersebut dapat terlihat di lagu ‘Depression’ dan ‘Life of Pain’.  

3. Dead Kennedys – Fresh Fruit For Rotting Vegetables (1980)

dead kennedys

Dead Kennedys sebagai perintis ‘political punk hardcore’ konsisten dalam mengkrtik keadaan sosial masyarakat. Penulis lirik sekaligus vokalis Jello Biafra banyak memasukan pandangan punk politiknya terhadap album ini. Dibalut dengan sedikit humor, kemarahan dan sarkasme, pandangan politiknya terekspresikan dalam lagu seperti “Kill the Poor,” “Let’s Lynch the Landlord,” “California Über Alles” dan “Holiday in Cambodia”.

4. Minor Threat – Complete Discography (1989)

minor threat

Pengaruh Minor Threat bagi perkembangan musik punk tak bisa disangkal. Tidak hanya membuat influence bagi musik hardcore nantinya, namun juga menginspirasi dengan gerakan ‘Straight Edge’. Diangkat dari lagu dalam EP ini ‘Straight Edge’ yang bercerita tentang anti-drug dan alkohol, kemudian menjadi gerakan tersendiri dalam dunia punk hingga saat ini.

Selain menginspirasi dengan hardcore dan straight edge, Minor Threat pun merupakan penggerak semangat Do It Yourself (DIY) dengan membuat label rekaman sendiri, yaitu Dischord Records. Label rekaman ini menjadi kendaraan untuk menggerakkan semua rekaman album Minor Threat.  Complete Discography merupakan album lengkap dalam satu paket, menggambarkan dengan jelas band yang menganut straight edge.

5. The Sex Pistols – Never Mind the Bollocks (1977)

sex pistols

Pada saat album ini menjadi hit di akhir tahun 1977, sebelum itu Sex Pistols telah mengguncang Inggris terlebih dahulu dengan dua singlenya ‘Anarchy in the UK’ dan ‘God Save The Queen’. Dalam album ‘Never Mind the Bollocks’ pun mereka memasukan dua lagu unggulan ini bersama 10 dosis lagu punk rock lainnya, dari Jhonny Rotten muda. Album ini patut dicatat sebagai pondasi untuk memasuki dunia punk.

6. The Clash – Self-Titled (1977)

the clash

Akhir 70’an Negara Inggris dalam kondisi yang tidak baik karena ekonomi sedang bergejolak. Lalu, munculah tiga pemuda asal London yang menyuarakan kecemasan kolektif terhadap negara, mereka adalah The Clash. Kekecewaan terhadap negara terlihat dari lirik-lirik mereka yang sarat bermuatan politik. Album ini menjadi titik balik untuk punk, karena menasbihkan genre ini sebagai suara untuk perubahan sosial.

7. The Misfits – Walk Among Us (1982)

misfits

Band pertama Gleen Danzig, The Misfits, merupakan suatu terobosan baru dalam hal berpakaian saat itu. Seperti Ramones, memainkan yang mereka sukai, Misfits hadir dengan metal, rock n roll 50’an, film horror kelas-b, dan musik sci-fi. Mereka menyatukan itu semua menjadi sebuah musik yang kemudian dikenal dengan ‘horror punk’, serta dandanan band ini yang seperti mayat. Sang vokalis, Gleen Danzig memiliki suara melodic dalam yang bisa dibandingkan dengan Elvis Presley dan Jim Morisson.

Track seperti ’20 Eyes’, ‘I Turned Into Martian’, ‘Hatebreeders’, ‘Mommy Can I Go Out & Kill Tonight?’ dan ‘Skulls’, album ‘Walk Among Us’ merupakan yang pertama dirilis Misfits menjadikannya album terkuat dan terseram dari band ini.

8. Bad Religion – Suffer (1988)

bd religion

Album ini mengisyaratkan Bad Religion mulai bergeser ke arah melodi, dan merupakan dasar pertama bagi generasi selanjutnya yang kemudian dikenal sebagai skate punk. Sangat mudah menginterpretasikan isi album ini dari cover art-nya, seorang anak kecil yang terbakar mengisyaratkan kobaran semangat untuk penolakan. Hal itu terlihar dari lirik-liriknya.

9. Bad Brains – Self-Titled (1982)

bad brains

Ketika Bad Brains mulai menjelajahi punk rock di Washington DC akhir tahun 70’an, mereka sudah memiliki latar belakang jazz-fusion. Karena itu, mereka merupakan salah satu band yang muncul dari scene punk yang sudah mengetahui “cara memainkan punk yang benar”. kemammpuan musik ini memungkinkan mereka memainkan punk rock dengan kecepatan tinggi. Band ini terdiri dari African-American yang merupakan rastafarians religius membuat mereka mengadaptasi reggae dalam musik mereka. Band ini mengajarkan bagaimana memainkan punk dengan rapih.

10. Descendents – Milo Goes To College (1982)

descendents

California Selatan merupakan ranah yang subur untuk musik punk rock, dan salah satu yang terbaik muncul dari South Bay yaitu Descendents. Album yang berisi 15 lagu dan hanya berdurasi 22 menit ini tampak berisi dari lirik-lirik yang dibuat Milo Aukerman, sang vokalis. Menariknya, judul album tersebut terinsipirasi dari sang vokalis yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi, yang kemudian ia mendapat gelar PhD dibidang biokimia.

Jadi album mana yang menjadi favorit kalian Crowds?

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *