10 Clothing Line Yang Lahir Dari Kultur Hip-Hop

Hip-hop lahir di Bronx sekitar tahun 1970-an dimulai dari komunitas afro amerika sebelum menyebar ke komunitas lainnya. Meskipun lekat dengan musik, namun sebenarnya hip-hop merupakan suatu subkultur yang termasuk didalamnya berupa cara berpakaian.

Gaya berpakain ala hip-hop termasuk kedalam salah satu bentuk urban fashion. Selama bertahun-tahun bentuk pakaian artis hip-hop telah berkembang, seperti RUN DMC yang menggunakan Adidas, ada juga yang memakai Converse Chuck Taylor, hingga jaket bomber kulit. Pakaian juga mewakili sikap, karakter, dan ekspresi dari lirik-lirik mereka.

Saat ini, banyak clothing line yang menyediakan kebutuhan bagi yang ingin bergaya ala hip-hop. Beberapa telah mencapai sukses luar biasa karena dapat memikat konsumen, dan sebagian lagi hancur karena kurangnya promosi dan manajemen yang buruk. Inilah, 10 clothing line yang berasal dari subkultur hip-hop.

1. Phat Farm

phat-farm

Russel Simmons, salah seorang desainer selebriti, meluncurkan Phat Farm di tahun 1992. Phat Farm memiliki konsep kepraktisan yang digabungkan dengan urban design dari street clothing. Sayangnya, pada tahun 2004 ia menjual mereknya ini kepada Kelwood Company dengan harga $140 juta. Ia beralasan bahwa satu-satunya cara agar popularitas mereknya terus menanjak adalah dengan menjualnya ke perusahaan yang memiliki pengetahuan, pengalaman, koneksi, dan jaringan distribusi yang benar dalam mengelola clothing line.

2. Rocawear

rocawear

Rocawear berdiri tahun 1999 dan langsung menjadi favorit di kalangan pecinta urban fashion. Shawn Carter, yang lebih dikenal sebagai Jay-Z adalah otak di balik perusahaan yang awalnya menawarkan produk sportswear bagi anak muda ini. Dalam perjalanannya, Rocawear mengembangkan sayap dengan membuat berbagai item lain seperti pakaian santai pria, ikat pinggang topi, tas, kaus kaki, hingga pakaian wanita dan anak-anak. Tak hanya di Amerika, mereka memiliki toko di Inggris, Kanada, Timur Tengah, Benua Eropa, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan dengan total penjualan ritel tahunan sebesar $ 700 juta. Untuk memperkuat mereknya, Jay-Z menjual hak cipta merek ini kepada Iconix Brand di tahun 2004 seharga $204 juta. Tetapi, ia masih memiliki sebagian saham yang signifikan di perusahaan, dan memegan kontrol atas aspek pemasaran, lisensi, dan pengembangan produk.

3. Baby Phat

baby phat

Merupakan anak perusahaan dari Phat Farm yang didirikan tahun 1998 oleh Kimora Lee Simmons. Baby Phat memiliki konsep menggabungkan high fashion dan hip-hop dengan target konsumen wanita urban. Tak bertahan lama, ketika Phat Farm memutuskan untuk dijual hal tersebut berimbas juga pada anak perusahaannya termasuk Baby Phat. Dijual dengan harga yang sama dengan Phat Farm, kini Baby Farm dikelola brand Kelwood Baby.

4. Sean John

sean_john2

Puff Daddy, atau P. Diddy, atau Sean John meluncurkan clothing line ini di tahun 1998 dengan debut koleksi musim semi dan produk sportswear di tahun beriktunya. Kini, brand ini telah berkembang dengan membuat pakaian pria, parfum, pakaian anak-anak dengan ukuran besar, aksesoris, hingga pakaian wanita. Namun, akibat penurunan penjualan di tahun 2010 menyebabkan Flagship Store di New York sempat tutup. Namun mereka bangkit dengan mencapai kesepakatan distribusi eksklusif dengan Macy. Kini, tercatat penjualan tahunan Sean John melebihi $ 525 juta.

5. Billionaire Boys Club

billboyclub

Pharell Williams meluncurkan merek ini di tahun 2005 dengan menggaet Nigo pendiri A Bathing Ape atau BAPE sebagai mitra. Awalnya, Reebok diberikan wewenang untuk menjalankan Billionaire Boys Club, namun dalam perjalanannya perselisihan yang terjadi antara Williams dan perusahaan sepatu raksasa ini membuat kesepakatan batal. Akhirnya, merek ini diluncurkan dengan gimmick saudara dari BAPE. Billionaire Boys Club membuat berbagai produk dari kemeja, polo, t-shirt, denim, jas, topi, sepatu, kaus kaki, dll. Mengedepankan produk yang dibuat secara terbatas, dan salah satu yang memiliki harga jual tinggi.

6. A.K.O.O.

Akko-Big-BoI

A.K.O.O merupakan kepanjangan dari “A King of Oneself,” didirikan tahun 2008 oleh TI dan Jason Geter. Menjual t-shirt,  cardigan, sweater, jaket kulit, dan denim.

7. FUBU

fubu

Ketika Daymond John mendirikan FUBU di tahun 1992, nama tersebut merupakan singkatan untuk “Five Urban Brothers United.” Namun kemudian, akronim tersebut banyak diartikan sebagai “For Us, By Us.” Perusahaan ini menjual pakaian casual dan sportswear, kacamata, ikat pinggang, hingga sepatu. Dari investasi awal sebesar $100, saat ini FUBU mendapatkan untung sebesar $350 juta. Kini FUBU melakukan rebranding dengan nama FB Legacy. FUBU sering digunakan oleh kalangan artis hip-hop, dan tak lengkap rasanya apabila menyukai kultur hip-hop tetapi tak memakai FUBU.

8.  Ecko Unltd

ecko

Marc Milecofsky mendirikan perusahaan yang berbasis di New Jersey ini tahun 1993. Jauh sebelum itu, tahun 1980 Milecofsky telah menjual t-shirt graffiti style menggunakan sekaleng cat semprot. Kini, Ecko dianggap sebagai salah satu merek terbesar dengan pendapatan lebih dari satu miliar dolar.

9. Akademiks

Donwan dan Emmet Harrel adalah dua orang di balik kesuksesan Akademiks yang memuncak popularitasnya ketika rapper asal Brooklyn, Fabulous, menggunakan produk Akademiks di sampul album debutnya. Terlebih, dalam beberapa lirik lagunya ia sempat menyebut brand ini berkali-kali. Merek ini dikenal juga dengan nama Akdmks atau AKS.

10. Southpole

southpole

Memiliki konsep dan gaya yang hampir sama dengan FUBU tetapi dengan harga jual yang jauh lebih murah membuat Southpole mendapatkan tempatnya di mata penggemar. Dengan strategi seperti itu, mereka berhasil berasing di pasar dengan total pendapatan sebesar $350 juta. Jelas saja Southpole berani menjual dengan harga murah, karena sebagian pakaian mereka dibuat di Asia sebelum akhirnya di impor ke Amerika dan didistribusikan.

Referensi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *