10 Fotografer Street Art

Kebutuhan untuk mendokumentasikan seni jalanan sebelum hilang, dibersihkan, hingga ditimpa, sangatlah penting untuk dilakukan. Salah satu cara pendokumentasian adalah foto, dan dengan cara tersebut karya-karya seni jalanan di seluruh dunia bisa hidup abadi. Sebagai contoh, tagging di subway New York tahun 80-an akan lenyap tak berbekas apabila Martha Cooper tak jeli mengabadikan karya tersebut. Namun berkatnya lah sampai saat ini kita bisa melihat graffiti-graffiti tahun 80-an melalui foto. Kini, berkat semakin majunya teknologi fotografi ribuan orang pengagum seni urban mulai menjaga dan mengarsipkan karya-karya di jalanan, dari mulai fotografer amatir, jurnalis foto, hingga seniman itu sendiri. Tidak hanya menangkap graffiti dan mural yang sudah jadi, dokumenter ini juga menangkap kebiasaan kota yang akan digambari, proses penggambaran, hingga perasaan artist yang menantang bahaya. Berikut 10 fotografer yang mendedikasikan dirinya untuk memotret segala pergrerakan dalam dunia street art.

1. Keegan Gibbs

keegan-gibbs-9

Keegan Gibbs merupakan salah satu fotografer seni jalanan yang terkenal. Dalam fotonya, Gibbs mengutamakan seniman atas karya seni, yang berarti ia tak hanya memotret karya yang telah jadi tetapi menempatkan seniman sebagai pusat perhatian. Dia mengikuti beberapa seniman dari Los Angeles dan turut menyaksikan proses kreatif mereka, ikut naik ke bangunan, atap, hingga billboard. Subjek gambarnya hampir semuanya sedang memegang cat semprot. Ia menghadirkan adrenalin dengan foto buatannya. Gibbs percaya bahwa suatu foto harus menampilkan cerita, dan foto graffitinya menceritakan kisah sprayer. Itulah sebabnya ia menyertai foto-fotonya dengan esai dan sedikit cerita.

2. Martha Cooper

Martha-Cooper-2

Martha Copper merupakan wartawan foto Amerika asal Baltimore yang gairah fotografinya lahir ketika ia berumur tiga tahun. Namanya mulai dikenal ketika ia mendokumentasikan tagging di subway New York di era 80-an ketika seni ini baru saja lahir. Pada tahun 1970 ia bertemu graffiti artist he3, yang tumbuh di scene graffiti New York dan memotret karya-karyanya. Cooper kemudian bertemu Dondi, salah seorang bintang besar dalam graffiti. Setelah itu ia mulai mengikuti artist tersebut ketika beraksi di kereta bawah tanah dan memotret segala hal, karena ia ingin mendokumentasikan graffiti dalam konteks penuh. Dedikasi Cooper membuatnya merilis buku Subway Art, berisi portofolio tagging graffiti di era 80-an. Buku ini dirilis bekerjasama dengan Henry Chalfant, yang juga seorang fotografer graffiti.

3. Jürgen Große

Jürgen-Groß-2

Fotografer seni jalanan asal Jerman Jürgen Große menangkap karya seni jalanan yang ditemukan di Berlin dan ia tuangkan dalam buku. Buku Urban Art Photography menunjukkan lanskap perkotaan Jerman dari sudut pandang yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Dalam buku ini setiap karya foto ditempatkan dengan hati-hati dan penuh perhatian. Sehingga menyajikan karya seni dari Berlin yang berkomunikasi dengan lingkungannya dengan cara subversif. Buku ini berfungsi sebagai dokumentasi permanen dan sebuah kapsul waktu dari gambar-gambar yang terus berubah di Berlin. Dalam pencariannya, Jürgen Große mengunjungi halaman dan ruang terbuka, memasuki rumah kosong, lokasi konstruksi yang ditinggalkan, atau hanya berjalan menysuri jalanan sekitar, dalam usahanya untuk menangkap sekilas wajah lain dari Berlin.

4. Henry Chalfant

Henry-Chalfant-5

Memulai karir sebagai pematung di New York pada 1970-an, Henry Chalfant beralih ke fotografi dan film untuk melakukan studi mendalam tentang budaya hip-hop, breakdance, dan seni graffiti. Ia merupakan salah satu otoritas terkemuka kereta bawah tanah di New York, dan aspek lainnya dari budaya urban. Foto-fotonya mendokumentasikan ratusan karya graffiti yang kini telah lama lenyap. Kolaborasi dengan Martha Cooper pada buku Subway Art merupakan salah satu buktinya. Terlepas dari fotografi, Chalfant juga mendedikasikan dirinya untuk mendokumentasikan budaya hip-hop pada film. Ia bersama-sama crew-nya memproduksi film Style Wars, yang memenangkan Grand Prize untuk dokumenter di Sundance Film Festival tahun 1983, dan merupakan salah satu film seni jalanan yang paling dikenal dan berpengaruh.

5. Nils Müller

Nils-Müller-2-865x600

Nils Müller merupakan mantan graffiti artist asal Cologne, Jerman, yang belajar fotografi secara otodidak sehingga ia bisa mengabidakan karyanya. Alih-alih berfokus pada seni jalanan, ia lebih tertarik dengan penciptaan semua ketegangan yang melibatkan emosional melalui foto. Foto-fotonya menghadirkan graffiti dengan bahasa visual yang canggih. Kini, ia telah mengumpulkan fotonya dalam dua buku Bluetezeit dan Vandal dengan mendokumentasikan proses di balik lukisan graffiti di kereta api.

6. Alex Fakso

Alex-Fakso-4

Fotografer asal Italia, Alex Fakso, memulai karirnya di awal 1990-an sebagai fotografer skateboard. Dia kemudian memulai pencarian pribadi yang menyebabkan ia tertarik untuk merekam seluruh proses graffiti artist ketika beraksi, di kereta api mupun subway. Alex Fakso jarang sekali memotret karya jadi, ia lebih tertarik mengarsipkan proses pelukisan graffiti, bagaimana artist mempersiapkan senjatanya sebelum beraksi, melompat pagar dan melarikan diri. Dengan cara tersebut, ia mencoba menangkap emosi dan situasi yang menantang selama proses kreatif mereka. Fakso pernah berkolaborasi dengan duo asal Brasil, Os Gemeos. Karya Fakso didokumentasikan dalam dua buku dengan judul Heavy Metal dan Fast or Die.

7. Ruedi One

Ruedi-One-3

Fotografer Jerman Ruedi merupakan salah seorang graffiti writer yang aktif berkaya. Kebutuhan untuk mendokumentasikan karya-karyanya mengubahnya menjadi seorang fotografer. Dia mengatakan bahwa gairah, obsesi, dan kecanduannya menghubungkan dia menjadi seperti sekarang ini yang secara ekskulsif menggunakan kamera untuk karya-karyanya. Selama satu dekade, ia mendokumentasikan adegan-adegan dalam scene street art, dengan cara itu ia menempatkan writer sebagai penulis sejarah visualnya. Karyanya memiliki ciri khas hitam putih dengan aktifitas street art dari berbagai belahan dunia seperti Sao Paulo, New York, hingga hamburg.

8. Ian Cox

Ian-Cox-Street-Art-photography-3

Ian Cox telah mengunjungi setiap event street art yang ada di dunia ini. Cox merupakan bagian dari festival seni urban internasional tahunan, Nuart Festival. Dia juga mendokumentasikan sebagian besar dari mural di distrik  terkenal Wynwood, Miami, dan tidak melewatkan satu pameran seni jalanan di Inggris. Ia telah mendokumentasikan lebih dari 8000 gambar di jalanan.

9. Butterfly

Butterfly-4

Identitas sebenarnya dari Butterfly belum diketahui hingga saat ini, tetapi kita sering menikmati karya-karya fotografinya. Melalui website butterflyartnews.com ia secara teratur memposting gambar dari setiap peristiwa seni jalanan  di London. Gambar-gambarnya sering digunakan media seperti CNN untuk laporan reportase seni. Meskipun kita akan terus berspekulasi siapa Butterfly sebenarnya, tetapi di sisi lain kita berterima kasih untuk foto-foto mengagumkannya.

10. JR

JR-4

JR merupakan fotografer seni urban asal Prancis sekaligus seniman jalanan, yang identitasnya belum dikonfirmasi. Dia mengambil potret wajah orang, dan menggambarnya kembali di tembok dan berbagi karyanya tersebut melalui foto. Banyak karyanya disebut ilegal, namun ia berhasil memenangkan penghargaan TED untuk karyanya yang bermaksud mengubah dunia ke arah yang lebih baik. Dia menciptakan pameran ilegal terbesar disebut Face2Face yang memajang karya potret monumental masyarakat Palestina dan Israel yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka sebenarnya sama.

Referensi

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *