[Case Study] Cobra

Ular dikenal sebagai lambang kebaikan maupun kejahatan. Dalam berbagai mitologi dan sastra mereka bisa muncul dengan berbagai sosok seperti naga, ular, atau naga laut semuanya dianggap memiliki ciri simbolis yang sama. Sebagian besar mempunyai sifat jahat, tetapi terkadang ada juga yang bersifat baik. Mereka bisa menyerupai iblis atau sang penjaga. Bisa membantu ataupun melukai. Intinya adalah bahwa ular dianggap mempunyai dua sisi kepribadian atau memiliki kepribadian yang terpisah sekalipun.

Ular Di Mitologi Mesir kuno

Dewa matahari Ra mewarisi Amduat, di dalamnya menceritakan seekor ular yang terlahir kembali setiap pagi. Seperti penggambaran sebuah kebangkitan atau reinkarnasi. Ouroboros juga dikenal sebagai simbol kekekalan dan pembaharuan hidup yang terus-terus.

Eternal Tee (2014)

Ular Di Mitologi India Kuno

Ular digunakan sebagai pesona keberuntungan dalam bentuk jimat dengan upaya untuk melindungi diri dari kejahatan. Dengan demikian, ular kehilangan reputasi buruk mereka sebagai makhluk yang jahat dan menjadi sebuah simbol kekuatan untuk menyingkirkan kejahatan. Agama Hindu dan Buddha telah lama menggolongkan ular sebagai hewan yang sakral; Terkait dengan naga atau ular raksasa, banyak dari dewa  yang digambarkan di bawah perlindungan ular kobra. Orang India menganggap para pemikat ular atau dikenal dengan Snake Charmer sebagai orang suci yang dipengaruhi oleh para dewa.

Snake Charmer Tee (2014)

 

Ular Di Mitologi Nordik

Jörmungandr; atau disebut sebagai Midgard Serpent atau World Serpent, adalah seekor naga laut dari mitologi Nordik, yakni anak tengah dari Loki. Menurut Prosa Edda, Odin merampas ketiga anak Loki, Fenrisúlfr, Hel dan Jörmungandr. Dia melemparkan Jörmungandr ke lautan besar yang mengelilingi Midgard. Ular itu tumbuh begitu besar sehingga dia dapat menangkap ekornya sendiri jika mengelilingi Bumi, musuh besar dari Jörmungandr itu sendiri adalah putera Odin, Thor.

The children of Loki by Willy Pogany (1920).            Thor and the Midgard Serpent, Emil Doepler painting.

Ular Di Mitologi Yunani Kuno

Gorgon seperti Medusa diutus sebagai Penjaga atau utusan untuk Dunia Ghaib (Underworld). Dalam seri buku populer, Harry Potter, Nagini, merupakan seekor ular yang dimiliki Lord Voldemort. Nagini adalah pelindung bagi Voldemort, sekaligus senjata penghancur bagi semua musuhnya. Dalam kisah Harry Potter, ular ini melambangkan kematian dan kejahatan yang harus dimusnahkan demi tercapainya kedamaian. Hal ini sebenarnya tidak berkaitan dengan mitologi dan kesusastraan yang sempat kami bahas di atas, akan tetapi ini juga menunjukkan bagaimana Harry mampu memiliki dua kepribadian, kebaikan  dan kejahatan.

Penggambaran Medusa sebelum dikutuk                Arnold Böcklin, Medusa (1878)

Pada hakikatnya, pemahaman mengenai ular sebagai simbol kematian terbentuk dari pemikiran alam bawah sadar kita, yang disebabkan sejarah evolusioner. Antropolog, Lynne Isbell, berpendapat bahwa selama jutaan tahun, ular merupakan satu-satunya pemangsa primata yang signifikan, dan ini menjelaskan mengapa ketakutan akan ular adalah salah satu fobia yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Mengapa lambang ular sangat lazim dalam mitologi dunia? Karena ular merupakan citra bawaan bahaya dan kematian. Selanjutnya, Psikoanalis Joseph Lewis Henderson dan Etnolog Maude Oakes berpendapat bahwa jika ular adalah simbol dari inisiasi dan kelahiran kembali karena justru ia menyimbolkan kematian.

Selain dua desain kaos di atas, terdapat beberapa desain lain bertema ular yang sempat kami rilis:

Venom Tee (2014)

Skin Tee (2017)

Emphasis Tee (2017)

No Body Tee (2017)

Hindi Tee (2017)

Cobra Tee (2017)

Case Study kali ini kami ingin sedikit mengekspose ikon kobra itu sendiri. Teknik gambar stippling digunakan ketika proses pengeksekusiannya. Perawakan ular berkepala tiga merujuk pada tahun WADEZIG! berdiri yaitu 2003. Seperti yang kalian ketahui, ikon ini sudah kami terapkan pada beberapa t-shirt, tentunya dengan ide dan konsep bermacam-macam. Karena masing-masing kaos mempunyai histori dan sumber inspirasi yang berbeda.

Proses pengerjaan artwork “Cobra”

Banyak sumber yang jadi inspirasi kami ketika diterapkan pada suatu desain kaos. Sudah menjadi kebiasan bagi kami ketika merepresentasikan ide dan gagasan tidak hanya sekedar untuk terlihat keren dan dinilai orang lain saja. Akan tetapi kami selalu melihat dari berbagai referensi dan sumber sekaligus mencari makna di baliknya. Karena desain kaos  yang kuat adalah yang memiliki makna  dan cerita. Setidaknya dapat menyampaikan representasi visual apa yang ingin disampaikan pembuatnya. Kaos kami adalah bahasa yang digunakan untuk berekspresi. Begitulah cara kami berbicara dengan dunia. Begitulah cara kita mendapatkan ide dari dunia ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *