Galeri Street Art di Seluruh Dunia

Argumen mengenai posisi seni jalanan dan seni tinggi masih terus diperdebatkan. Terlebih, ketika seni jalanan memasuki galeri seni, hal tersebut masih dipandang sebelah mata. Kenyataannya, sedikit sekali seni yang tumbuh di jalanan menembus galeri-galeri seni tinggi, kecuali kamu merupakan seniman terkenal seperti Banksy, atau Shepard Fairey.

Dari fenomena tersebut, di saat bersamaan muncul galeri yang didedikasikan untuk seni jalanan dan budaya urban. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa seni alternatif ini mulai diterima oleh berbagai kalangan. Berbicara mengenai galeri dan street art, di berbagai belahan dunia ini terdapat galeri-galeri yang dikhususkan bagi karya-karya yang berasal dari jalanan. Berikut daftarnya.

1. StolenSpace Gallery

stolen space

Lokasi: London

Memajang karya: Andrew McAttee, Arth Daniels, Charles Krafft, Charlie Anderson, Cyrcle., D*Face, David Bray, Joram Roukes, Kai & Sunny, Meryl Donoghue, Miss Van, Mysterious Al, Roa, Ronzo, Seen, Shepard Fairey, The London Police, Usugrow, Will Barras, Word to Mother

Dengan neon sign dan tembok bata berwarna hitam di depan galeri, kita bisa menangkap kesan betapa kerennya galeri ini. StolenSpace memamerkan karya dari seniman dengan latar belakang graffiti dan street art, namun tidak eksklusif. Singkatnya, mereka hanya mengapresiasi dan memberikan penghargaan untuk estetika seni urban dan subkultur yang mengelilinginya.

2. INOPERAbLE

INOPERAbLE

Lokasi: Vienna, Austria

Memajang karya: Aryz, Atzgerei, Busk, C215, Chrisitee, Christian Eisenberger, deerBLN, Die Made, Emilone, Ghostpatrol, Graffiti Research Lab, JanaundJS, Keramik, Kryot, Labrona, Lastplak, Nychos, Other, Pfkt World, Permanent Unit, SatOne, Tara McPherson, Tika, UR New York, Zoe Byland

INOPERAbLE adalah ruang seni yang menampilkan budaya urban kontemporer dan berfokus pada seni jalanan, suatu tema yang berbeda dari galeri-galeri lain yang berada di Vienna. Mereka memajang dan menjual karya-karya asli, buku-buku limited edition, poster, dan barang-barang lain yang berasal dari para seniman jalanan.

3. Hang-Up Gallery

hang up

Lokasi: London

Memajang karya: Carne Griffiths, Copyright, Elbow Toe, Hera, King Robbo, Matt Small, Smash 137, Swoon

Galeri ini pertama kali muncul di tahun 2008 sebagai galeri online bagi seni jalanan yang mengkhususkan diri bagi karya-karya highly collectible, dan cetakan-cetakan karya limited edition. Berganti nama menjadi Hang-Up Urban, galeri ini berkembang menjadi galeri seni online terkemuka di Eropa. Situs web mereka memungkinkan kamu untuk membeli suatu karya seni dengan mudah. Kini mereka memiliki ruang pameran fisik di London, dimana karya yang dipajang berasal dari seniman kontemporer inovatif.

4. Black Pop

black pop

Lokasi: Copenhagen, Denmark

Memajang karya: Pure Evil, Jan Klein, Pipsqueak, Dot Dot Dot, Svend Sømod, Haha, Ole Ahlberg, Contemporary Masters, AWAC, Banksy, VxMadsen, Casva, Jean-Michel Basquiat, Jittagarn Kaewtinkoy, Beejoir, Cyclops, Asger Bjørn, Mau Mau, Mantis, Dface, Matthew Small, Martin Whatson, Zak Ové, NUAX

Galeri yang berlokasi di ibukota Denmark ini menawarkan seni dengan harga yang terjangkau, bermaksud agar seni bisa diakses oleh semua orang. Selain mendatangi galeri ini, kamu juga bisa membeli karya-karya yang ada di sini secara online.

5. Subliminal Projects

subliminal project

Lokasi: Los Angeles

Memajang karya: Ryan McGinness, HunterGatherer, David Ellis, Doze Green, Aesthetic Apparatus, Space Invader, Jim Houser, Andrew Jeffery Wright

Galeri ini awalnya didirikan oleh Shepard Fairey dan Blaize Blouin sebagai kolektif seniman di tahun 1995 dalam upaya menggabungkan skate lifestyle dengan seni dan budaya. Kini, Shepard dan Amanda Fairey menyelenggarakan sekaligus mengkurasi karya-karya yang akan dipamerkan di tempatnya.

6. Lazarides

lazardies

Lokasi: London

Memajang karya: 3D, Artists Anonymous, Banksy, Bäst, Conor Harrington, Invader, JR, Katrin Fridriks, Know Hope, Todd James, Vhils

Lazarides Rathbone dibuka tahun 2009 untuk menampilkan talenta-talenta diluar institusi seni untuk ditampilkan dalam pasar seni global. Mereka memiliki ruang pameran di lantai dasar, sedangkan lantai atas diisi oleh masterpiece dan karya seni berkelas premium.

7. Jonathan LeVine Gallery

levine

Lokasi: Chelsea & New York

Memajang karya: AJ Fosik, Aakash Nihalani, Wallacavage, Alex Gross, Andy Kehoe, Ashley Wood, Audrey Kawasaki, Blek le Rat, Brett Amory, DALeast, Dan Witz, Doze Green, Dylan Egon, EVOL, Eric White, Esao Andrews, Fulvio Di Piazza, Gary Baseman, Gary Taxali, Haroshi, How & Nosm, Invader, Jason deCaires Taylor, Jeff Soto, Jeremy Geddes, Jim Houser, Josh Agle (Shag), Kevin Cyr, Michael Leavitt, Natalia Fabia, Nicola Verlato, Olek, Parra, Pose, Scott Musgrove, Souther Salazar, Stephan Doitschinoff, Tara McPherson, Victor Castillo, WK, and others

Semenjak muda Jonathan LeVine memiliki ketertarikan terhadap underground scene dan counterculture, terlebih flyer band punk, graffiti, tattoo art, dan lain-lain. Pada tahun 1995, LeVine membuka galeri pertama di Chelsea, memajang karya seni yang bertentangan dengan segala hal yang berbau konvensional. Galeri ini juga menjadi batu loncatan bagi street artist seperti Shepard Fairey, dan Invader.

8. White Walls and Shooting Gallery

white wall

Lokasi: San Fransisco

Memajang karya: APEX, C215, Adam Caldwell, Kevin Cyr, Dabs Myla, Jonathan Darby, Ben Eine, Nick Flatt, Greg Gossel, David Marc Grant, Casey Gray, Chad Hasegawa, Herakut, Hush, Mark Warren Jacques, Ian Johnson, Augustine Kofie, LUDO, Meggs, Niels ‘Shoe’ Meulman, Michael Page, REKA, Max Rippon (RIPO), ROA, Rone, Adam Rozan, Mike Shine, Skewville, Word To Mother, and others

Salah satu galeri terbesar di West Coast, wajib dikunjungi bagi siapa saja yan tertarik dengan seni urban dan kontemporer. Dijalankan oleh Justin Giarla, galeri ini berdiri di tanah seluas 5.000 meter persegi dengan dinding putih menjulang. Dari sana nama ‘White Walls’ berasal, teridiri dari beberapa ruang minimalis dengan lampu sorot banyak karya seniman terkenal yang dipajang di sini.

9. The Future Tense

the future tense

Lokasi: London

Memajang karya: Lee Baker, Elizabeth Eamer, Katrin Fridriks, Joseph Loughborough, Tom Oldham, Jamie Shaw, Mark Webber, Gérard Rancinan

The Future Tense adalah galeri seni alternatif yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan tidak memiliki ruang galeri tetap. Mereka menyajikan pameran dari seniman jalanan yang berafiliasi dengan beberapa galeri dari London hingga Texas, menciptakan sebuah komunitas global berisi orang-orang yang tertarik dengan seni urban.

10. Klughaus Gallery

krughaus

Lokasi: New York

Memajang karya: Jurne, Gorey, Rime, Mr. Kiji, Tom Gould, The Yok

Didirikan tahun 2011, Klughaus berfokus pada komunitas seni di pusat kota dengan instalasi yang interaktif.  Seniman mereka memberikan alternatif grafis bagi jenis graffiti tradisional.

Referensi

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *