Halal Bihalal WDZG!Familia

Liburan saat Idul Fitri terasa kurang bagi kami, oleh karena itu satu minggu setelah lebaran, tepatnya Rabu 13 Agustus 2014 Wadezig! Familia mengadakan halal bihalal yang berlangsung di Subang. Mengapa memilih Subang? Selain karena jarak yang tidak terlalu jauh dari Kota Bandung, disini kami berencana mengunjungi mata air yang menurut cerita masih jernih,  berkumpul dan bersilaturahmi di rumah salah seorang WDZG!Familia.

Waktu menunjukkan jam 09:00 pagi, tiga mobil telah berjejer di depan Wadezig! Headquarter siap membawa kami menuju perjalanan Bandung-Subang. Setelah setiap mobil terisi kami pun melaju menyusuri jalanan Kota Bandung melalui Lembang hingga Jalan Cagak Subang. Perjalanan terasa cepat karena jalanan yang lengang saat itu, hanya dibutuhkan satu jam setengah hingga sampai tempat tujuan.

Destinasi pertama sesampainya di Subang yaitu beristirahat di rumah Kang Ade salah seorang WDZG!Familia yang dimaksud. Bisa dikatakan Kang Ade merupakan Event Organizer (EO) dari acara ini, karena memang ialah yang menyiapkan segalanya termasuk tempat dan makanan. Setelah beristirahat sebentar kami lalu melanjutkan perjalanan ke tujuan utama kami untuk melihat mata air yang bisa juga digunakan sebagai tempat berendam menurut cerita Kang Ade. Hanya dibutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan mobil menuju tempat tersebut. Di sekitar kami lihat pemandangan yang masih asri dengan hamparan sawah, bukit, serta pepohonan yang tampak hijau. Setelah berjalan sebentar melewati jalan setapak yang disisinya di aliri mata air tersebut, akhirnya kami sampai  di mata air ”Cileuleuy”, begitu orang sekitar menyebutnya.

Matahari yang terik bersinar mampu membuat kami gerah dan tergoda untuk segera terjun merasakan segarnya mata air Cileuleuy. Tak butuh waktu lama, kamipun langsung terjun kedalam mata air yang sudah ditampung kedalam sebuah kolam-kolam. Mata air tersebut digunakan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari mereka seperti mencuci dan mandi. Sayangnya, mata air jernih ini tidak disertai fasilitas umum yang memadai, tampak seadanya. Meskipun begitu, hal tersebut tidak mengurangi  keriangan kami bermain air.

Setelah berlama-lama di tempat tersebut kami kembali ke tempat awal yang kami singgahi, rumah Kang Ade. Sekembalinya dari mata air kami disuguhi nanas khas Subang yang segar, dan perut yang sudah lapar ini langsung saja melahapnya. Tak lama kemudian, bagian utama yang ditunggu-tunggu pun datang yaitu acara makan bersama. Makanan berupa ikan goreng, nasi liwet, sayur asam, sambal, dan tumis kangkung sudah berjejer rapi untuk siap kami lahap. Kami melingkar dan sejurus kemudian makanan sudah berpindah ke piring masing-masing. Kenyang dengan makanan utama, pelepas dahaga pun muncul es kelapa langsung dari buahnya menyegarkan kembali kami.

Tak terasa waktu cepat berlalu sore pun menjelang, kami harus kembali menuju Bandung untuk kembali beraktivitas esok. Setelah berpamitan, kamipun bergegas pulang dengan senyum puas serta pengalaman yang membekas, dan buah nanas yang dijinjing sebagai buah tangan. Lihat keseruannya melalui foto, disini.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *