Inspirasi di balik 10 Desain Streetwear Paling Populer

Sebelum artwork menjadi “sesuatu,” terdapat proses kreatif yang panjang dibaliknya. Dimulai dari inspirasi yang datang, eksekusi, revisi, hingga bentuk jadi, semua proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, ada juga yang lahir dari ketidak sengajaan, dan spontanitas. Tetapi, yang paling penting adalah keberanian mencoba entah hasilnya akan sukses atau gagal.

Kami telah mengumpulkan 10 desain streetwear paling populer dengan cerita-cerita proses kreatif dibaliknya yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Bagaimana beberapa seniman membuat masterpiece yang identik dengan identitas mereka. Layaknya Wadezig! dan Jerusalem, desain-desain ini bisa dikatakan abadi dan menjadi tanda yang tidak bisa dilepaskan dari si pembuatnya.

1. Shepard Fairey Andre The Giant Stencil

obey

Dalam sebuah wawancara dengan Format Magazine di tahun 2008, Fairey mengatakan Stencil Andre The Giant merupakan “kecelakaan” yang bahagia. Fairey bercerita, ia sedang mengajari temannya membuat stencil di musim panas 1989, kemudian ia mencari gambar untuk dibuat stencil dalam surat kabar, disana Fairey menemukan iklan promosi Andre The Giant yang akan bergulat, ia mengatakan kepadanya bahwa ia harus membuat stensil itu. Temannya berkata, ‘Nah, aku tidak akan membuat stensil itu, itu bodoh!’ Tapi Fairey pikir itu lucu jadi ia membuat beberapa stencil yang ia tempelkan di tempat sekitar dan membuat stiker yang dibagikannya kepada orang-orang terdekat.

Tak disangka, orang-orang menyukai stikernya dan menyebutnya sebagai “the posse”, oleh karena itu Fairey menamainya “Andre the Giant Has A Posse.” Nama tersebut tak lama digunakan, karena di tahun 1994 Titan Sports Inc. menggugat Fairey menggunakan nama Andre the Giant tanpa izin, sehingga memunculkan nama yang kita kenal selama ini sebagai OBEY.

2. The Hundreds “Hip Hop is Dead” T-shirt

the hundreds

Bobby Hundreds menjelaskan, “Ini adalah t-shirt pertama yang benar-benar memberikan kita (The Hundreds) pengakuan, menjadi perhatian media, dan membuka pintu retail.” Lebih lanjut Bobby mengatakan, apabila diumpakan ini seperti t-shirt bergambar Che Guevara yang laris dimana-mana dan membuka jalan bagi brand ke level berikutnya.

Bobby membuat desain ini di lorong antara perpustakaan dan kelas ketika ia dan Ben masih sama-sama di sekolah. Niat awalnya adalah untuk membuat riff off dari kata-kata “Punk is Dead,” Bobby dan Ben yang menyukai musik hip-hop memparodikannya karena melihat musik hip-hop era 2000-an kala itu tak jelas arah tujuannya.

Setelah dirilis, t-shirt ini menjadi sangat kontroversial dengan beberapa kalangan memperhatikan, terlebih rapper yang paling vokal kala itu secara terbuka menunjukkan ketidak sukaannya. Salah satu rapper yang mengetahui t-shirt ini adalah Nas, ia yang berencana merilis album kala itu menunda perilisan hingga beberapa tahun kemudian karena diketahui memiliki nama yang sama “Hip-hop is Dead.”

“Untuk saat ini, t-shirt Hip-hop is Dead merupakan salah satu rilisan paling sukses yang kala itu ditawarkan dalam warna coklat dan biru tua, tetapi hitam adalah yang paling diingat orang,” ujar Bobby.

3. SSUR “COMME des FUCKDOWN” T-Shirt

ssur

Russ Karablin da SSUR-nya menjadi pusat perhatian dunia streetwear dengan t-shirt parodi bertuliskan “COMME des FUCKDOWN” yang merupakan parodi dari brand Jepang Comme des Garcons. Dalam wawancaranya dengan VICE ia mengatakan, “COMME des FUCKDOWN merupakan desain yang ia dan Jamie Story buat sepuluh tahun kebelakang untuk proyek kolaborasi disebut ‘The Cut.’ Sempat dirilis dan mendapatkan respon positif, namun kemudian dibekukan untuk sementara waktu.” Hingga 2012 menjadi titik balik bagi desain ini ketika SSUR kembali merilis COMME des FUCKDOWN. Arti dari kat tersebut sebenarnya penegasan mengajak orang untuk bersantai sesaat.

4. BAPE Camo Pattern

bape

“Saya tidak merancang camo itu,” Ujar Nigo menjelaskan dalam suatu isu di Hypebeast Magazine. “Ini adalah kesalah pahaman banyak orang. Desain ini dirancang oleh teman saya, Mankey. Modifikasi dari camouflage pemburu yang digunakan sebagai dasar dengan logo kepala Ape diletakan secara acak dan ditempatkan di seluruh desain.” Meskipun warna tetap mengikuti hijau khas militer, Nigo tetap menyuntikkan dosis warna khas BAPE.

5. Santa Cruz x Jim Phillips “Screaming Hand”

santa cruz

Artwork “Screaming Hand” buatan Jim Phillips  sebenarnya telah dibuat sekitar tahun 1950-an namun tidak pernah di gunakan. Hingga sekitar tahun 1985, Phillips mengeluarkan desain ini sebagai branding dari merek Santa Cruz. Dalam suatu wawancara ia mengatakan “karakter itu telah saya gambar ketika di sekolah, seperti tangan surfer yang tenggelam dan hendak meminta tolong. Menungkapkan yang tidak bisa diungkapkan,” ujar Phillips.

6. Stussy “World Tour” T-Shirt

the-istussy

Musim semi tahun 1989 dikenang sebagai rilisan pertama dari t-shirt Stussy “World Tour.” Menurut Stussy, “ide dan eksekusi yang sangat sederhana, mendekatkan dua budaya dari dunia internasional yang berbeda  –  dikerucutkan menjadi seni dan musik. Di bagian depan t-shirt dituliskan kota-kota yang merupakan pusat bagi high-end fashion, ditulis dengan font Helvetica. New York, Los Angeles, London, dan Paris dianggap sebagai ibukota bagi mode dunia. Sedangkan di bagian belakan dituliskan kota-kota dengan budaya jalanan yang berkembang, dianggap gelap dan underground namun mengguncang dunia seperi Brooklyn, Bronx, Compton, Santa Ana, dan Venesia. Tulisan di bagian belakang pun bertolak belakang dengan bagian depan yang ditulis dengan gaya graffiti.  

7. HUF Plantlife Socks

huf sock

Motif Plantlife merupakan sesuatu yang sangat mewakili HUF, namun penempatan di kaos kaki menghadirkan cerita lain. “Keras tetapi tersembunyi, sesuatu yang seharusnya tetap menjadi rahasia,” ujar Keith Hufnagel. “Ini seperti anda memakai kaos kaki baru setiap harinya, dan cukup menutupinya dengan sneakers. Pergi ke jalan dan orang-orang akan memberikan kesan sekilas tentang Plaintlife. Setidaknya orang akan mengatakan ‘wait..what?’ kaos kaki akan menjadi topik, mengagumkan bukan?”

8. Supreme Japan Box Logo T-Shirt

supreme

Apapun yang dibuat Supreme sepertinya akan menjadi hits dipasaran. Setelah red logo box, dan penggunaan dua bahasa Ibrani dan Arabic dalam t-shirt Superme, mereka kembali membuat hit dengan mengeluarkan Supreme Japan Box Logo Tee. Mereka menggunakan desain pancaran sinar matahari yang memang menjadi ciri khas negeri matahari terbit itu. Rilisan ini dimaksudkan untuk menghormati gempa Jepang tahun 2011, dan semua keuntungan penjualan t-shirt ini digunakan untuk kegiatan amal

9. The Vans Checkerboard Pattern

vans.rgb

“Pada akhir 70-an ketika saya baru saja lulus dari sekolah melihat anak-anak mewarnai bagian samping sepatu yang berbahan rubber warna putih dengan motif kotak-kotak,” kenang Paul Van Doren. “Jadi hal pertama yang kita lakukan adalah mulai membuat karet sepatu dengan bentuk kotak-kotak sekaligus di bagian atasnya yang berbahan canvas.”

10. WTAPS Tiger Stripe

wtaps

Sebagai bagian dari blog yang ditulis oleh Yukiyoshi Shimada di tahun 2012,mereka berbicara darimana inspirasi membuat corak yang banyak digandrungi ini. “Tiger Stripe camouflage digunakan tahun 1960 selama perang Vietnam berlangsung, digunakan oleh tentara Amerika Serikat namun bukan merupakan pakaian resmi yang dikeluarkan militer AS.” Selama perang Indochina berlangsung, tentara  AS mengenakan pakaian ini yang kemudian digunakan tentara Vietnam Selatan ketika konflik berakhir. Stok pakaian terbatas, membuat produksi lokal mulai membuat salinan pakaian tersebut. Karena merupakan seragam tidak resmi, menyebabkan tidak ada spesifikasi tertentu dalam seragam tersebut. Banyak variasi yang berbeda dalam warna dan motif tergantung pada tempat pembuatan. Begitupun dengan WTAPS yang membuat salah satu variasinya.

Referensi  


One reply on “Inspirasi di balik 10 Desain Streetwear Paling Populer

  • khalifaxbrand

    japan box logo. edisi supreme untuk memperingati tsunami di jepang. banyak rilisan edisi box logo supreme yang lain.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *