Internet Surfer

Dari sekian banyak desain-desain terpilih pada rilisan awal Maret ini, kami memilih untuk mengangkat desain berjudul ‘Internet Surfer‘ ini untuk dibedah dalam artikel Case Study kali ini.

Mudah ditebak, desain ini merupakan hasil dari ‘dorongan bermain’ tim kreatif kami dalam memparodikan salah satu tokoh Marvel, Silver Surfer. Aksi superhero berwarna silver itu dalam berseluncur di udara diadaptasi lalu di-twist menjadi tokoh Armymen yang merupakan maskot Wadezig! sejak 2 tahun terakhir. Lalu nama Silver Surfer diplesetkan menjadi Internet Surfer.

Kenapa Internet? Lalu ada apa dengan jari yang mengacung seolah menuding?

Sebagaimana yang kita sudah ketahui bersama, sejak beberapa tahun terakhir kegiatan berselancar di dunia maya itu sudah semakin mewabah di berbagai kalangan dalam kehidupan sehari-hari. Akses internet yang dulunya hanya dimiliki oleh kalangan tertentu, sekarang berkat pesatnya perkembangan teknologi, sudah bisa dimiliki oleh berbagai lapisan masyarakat. Dunia maya tidak lagi menjadi tempat eksklusif para penggiat dunia teknologi informasi atau kalangan profesional semata, tapi juga masyarakat awam.

Bertambah padatnya masyarakat dunia maya membuat berbagai jejaring sosial media seolah berubah dari kafe kecil menjadi mall megah yang sarat pengunjung.

Bisa dibayangkan betapa hiruk-pikuknya ketika berbagai macam manusia dari berbagai macam strata sosial berkumpul dan ‘berselancar’ di satu tempat secara bersama-sama. Kenyataan bahwa pertemuan ini bersifat maya membuat orang-orang semakin ‘berani’ bersuara dari balik jempol dan papan ketik gadget pintar mereka. Ajang adu argumen, adu ilmu, adu kekuatan, tak terhindarkan. Media yang tadinya dibuat sebagai jejaring pertemanan, berubah menjadi media jejaring permusuhan.

Belakangan, media sosial lebih banyak menjadi ajang perdebatan berbagai hal. Masyarakat dunia maya seakan tidak pernah kehabisan bahan untuk diperdebatkan. Mulai dari politik, agama, sosial, budaya. Apapun. Media sosial adalah ajang saling tuding dan saling menjatuhkan.

Pada akhirnya, di dunia maya semua orang merasa menjadi superhero (atau villain?) yang bisa berselancar dengan kecepatan tinggi ke mana saja lalu dengan kekuatan jempolnya mengetik berbagai rangkaian kata-kata untuk menuding dan menjatuhkan lawan.

Apakah kita adalah salah satu dari Internet Surfers yang seperti itu? Jawabannya ada di hati kita masing-masing. Yang jelas, apapun yang keluar dari mulut kita –atau dalam hal ini dari ketikan jempol kita– sebaiknya dikeluarkan hanya setelah melalui serangkaian pemikiran yang matang, agar nantinya bisa dipertanggungjawabkan kapanpun dan kepada siapapun.

Internet Surfer Lite Blue ini sudah tersedia dalam bentuk t-shirt, dan dapat dibeli secara online di sini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *