Interview with LOTF (LaughOnTheFloor.com)

flamingos2

Bisa diceritakan sedikit tentang apa itu LOTF dan latar belakang berdirinya?

LOTF (Laugh On The Floor) pada awalnya hanya sebuah blog pertemanan bersifat pribadi. Dibuat oleh 3 orang sahabat yang baru lulus kuliah dan sama-sama magang di sebuah toko kue sebelum memutuskan untuk kerja serius. Khas pengangguran yang suka main dan jalan-jalan, saat itu kita ngerasa dalam seminggu bisa dateng di 3 acara berbeda tapi 2 atau 3 hari selanjutnya pasti udah lupa sama acaranya. Dari situ kita mikir kenapa ga kita tulis aja pendapat kita soal acara-acara yang kita datengin, biar ga cepet lupa sekalian buat cerita ke orang-orang yang ga dateng soal acara-acara tersebut.
Kita bertiga juga seneng liat orang melakukan hal-hal di masa mudanya, kagum sama anak muda yang berani bikin macem-macem ga cuma terbatas soal pameran seni atau musik aja, pokoknya semua hal yang menghidupi hidup. Orang-orang yang bisa mengerjakan apa yang dicintainya dan mencintai apa yang dikerjakannya. Nah, LOTF pengen jadi blog yang mengingatkan pembaca untuk ga takut bekerja keras, berkarya, bermimpi, dan bersenang-senang.

kenapa namanya LOTF?

Tadinya dinamain we are double trouble dengan logo flamingo bajak laut, karena awalnya cuma bakal dikerjain berdua sama saya (Aulia) dan Nia. Tapi pas logonya dijadiin wallpaper laptop, laptop yang masi baru tiba-tiba kehujanan dan rusak. Langsung ngerasa ini pasti dampak afirmasi negatif dari nama. Setelah ngajak Nana untuk gabung bikin blog , dicarilah nama yang diharapkan bikin kita ketawa-ketawa terus. Waktu itu emang pengen nama yang panjang, tapi kalo disingkat kedengerannya enak. Nemulah di emoticon YM ada ROFL (rolling on the floor laughing) yang dimodifikasi jadi LOTF (laughonthefloor).

lalu, siapa pula itu miss flamingo?

Miss flamingo adalah mahluk mitologis berbentuk gadis unggas berkaki panjang yang suka travelling dan berbadan pink yang modis. Sebenernya buat bikin kata ganti pertama tunggal buat tiap cerita yg kita post biar serasa dekat dengan yang baca. Karena kita emang pengen bikin tulisan kaya diary cewe-cewe yang centil, ga pengen yang kaku atau sok tau.
Miss flamingo sendiri terdiri dari kita bertiga, saya (Aulia), Nia, dan Nana.

kenapa memilih online publishing? pernah kepikiran untuk bikin printed magazine aja?

Online publishing paling gampang dijalanin, cukup punya sambungan internet dari HP pun bisa langsung update tulisan baru. Kepikiran banget buat bikin LOTF-daily misalnya, haha.. tapi masih mimpi dulu. Kita mikirin kalo mau bikin printed harus bener-bener mikirin kesinambungannya. Ga pengen cuma sekali cetak ga terbit lagi.

kalian dapat berita atau info dari mana?

Kebanyakan dari teman-teman yang ngundang ke acara-acara. Untuk kolom profile nya, ya banyakin jalan-jalan, baca buku, baca blog aja biar bisa ketemu teman baru. Anak muda jaman sekarang hebat-hebat, tiap kenalan sama orang baru selalu aja ada yg bisa dibahas dari dirinya.

LOTF penuh dengan berita-berita seputar seni rupa. kalian anak seni rupa? seberapa dekat hubungan LOTF dengan senirupa?

Oh ya gitu, hehe.. Kebetulan aja acara-acara yang banyak bentuk fisiknya bersangkutan sama seni rupa. Kalo dilihat di web kita, apa aja yang kita suka pasti kita bahas dari mulai traveling, interior, musisi, binatang, tumbuh-tumbuhan.
Kita bertiga juga ga ada yang anak seni rupa. Saya dan nana lulusan Hubungan Internasional, saya sekarang bekerja sebagai fashion stylist dan beauty journalist sebuah majalah gaya hidup nasional, sementara nana dari mulai S2 management, bantuin edit videoclip musik, fotografer pre wedding, wartawan kuliner semua dijabanin. Kalau nia sendiri lulusan management dan sekarang aktif sebagai guru TK ceria.
Tapi kalau ditanya soal kedekatan kita dengan seni rupa, yaaa… seni rupa sesuatu yang kita nikmati diantara banyak hal yang kita sukai.

Pertanyaan berat, apa itu culture? Apa pula itu sub-culture?

Haha.. aneh juga sih kita ditanya soal ini. Kultur menurut kita kebiasaan-kebiasaan yang muncul dari pola hubungan antar manusia, produknya bisa berupa seni, tata krama, makanan, apapun. Sementara sub kultur adalah pola yang terbentuk dari kesamaan minat sebuah kelompok yang baru atau berbeda dari budaya asalnya.

Bagaimana kalian melihat scene seni rupa dan desain lokal? eh, sebelumnya, ada ga ‘scene’ itu di sini?

Ada dong, kalau yang dimaksud seni rupa dan desain lokal adalah karya anak muda setempat, tentunya scene itu berkembang dan malah jadi trend. Terlepas dari referensinya mengarah ke luar, kita sih ga masalah ya namanya juga nothing new under the sun.

siapa yang memutuskan suatu berita layak ditampilkan di LOTF atau tidak?

Kita bertiga, kita pasti ngobrol ketika akan nulis berita baru atau ada kontributor yang mau berbagi berita. Tapi karena dasarnya kita bertiga udah punya kesamaan visi, kita udah sama-sama tahu batas LOTF, sejauh ini ga ada masalah untuk mengkurasi berita.

seperti apa kira-kira kriteria berita yang layak tampil?

Batasan kita sifatnya memang subjektif, berita yang kita suka yang layak tampil di LOTF. Jadi kalau kita ga suka ya kita ga tulis, sesederhana itu.

Apa pendapat LOTF tentang slogan “support your local (scene, music, industry, whatever)” ? Setuju harus support? atau seharusnya ga usah dibedain lokal atau non-lokal?

Menurut kita support ga support ga ada hubungannya sama ngebeda-bedain lokal atau non lokal. Kita setuju buat support local label, dan kita cinta sekali sama buatan lokal, LOTF sendiri isinya sangat “support your local heroes”. Tapi kalo kita support local label kan bukan berarti jadi anti sama yang non-lokal. Gimanapun juga anak muda Indonesia butuh banyak referensi dari luar biar ga ketinggalan.

Di Indonesia, ada beberapa ‘level’ clothing brands. ada ‘kelas distro’, ada kelas so-called premium brand, dan ada kelas-kelas lain di bawah atau diantaranya. Bagaimana kalian melihat hal ini?

Kita melihat ini sebagai keren. Semuanya punya pasar sendiri-sendiri, dan berkembang semakin besar. Semakin menjamur malah semakin bagus karena konsumen jadi semakin banyak pilihan.

Bagaimana pendapat kalian tentang event clothing brand yang ceritanya mau mengangkat indrustri lokal, tapi berakhir dengan menjadi bazaar diskon?

Lah namanya juga industri, dari pengertiannya aja erat kaitannya dengan pengelolaan ekonomi. Fungsi mengenalkan industri lokal kan juga bertujuan biar jualannya laku, ga salah dong kalo jadi bazaar diskon. Beda kalo tujuannya pengangkatan kebudayaan lokal, nah baru jangan disalah gunakan jadi kegiatan konsumtif.

seperti apa sih kantornya LOTF? sehari-hari ngapain aja?

Kantor kita imajiner, haha.. kita ga punya kantor. Kantornya di group chat, sehari-hari ngomongin hari ini ngapain aja, mau dateng ke acara apa, sama ngobrolin rencana-rencana liburan.

bisa disebutin 8 lagu yang paling sering diputer di kantornya LOTF?

1.Love illumination – Franz Ferdinand
2.Mirrors – Justin timberlake
3.Broken Beat and Scarred – Metallica
4.Who you love – John Mayer
5.Why – Mantra (Ost pintu terlarang)
6.Pulang – Float
7.Desember – Pandai besi
8.Esok pasti jumpa – Banda Neira

—————————

Terima kasih LOTF atas waktunya. Silakan cek www.laughonthefloor.com secara berkala sebagai bacaan harian kamu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *