Kilas Balik Wadezig! 2017: Font Script Dan Aplikasinya Di Produk

Wadezig!Crowds mungkin sudah tidak asing lagi dengan logo satu ini, kehadirannya sering muncul dalam rilisan setiap bulannya. Logo yang kemudian disebut “The Script” ini terinspirasi dari bagian budaya modern yang diasosiasikan dengan olah raga baseball, produk bir, restoran, mobil dan sepeda motor.

Logo dari merke dagang bir Bass & Co. Sumber foto: Famouslogos.net

Dipercaya, logo pertama yang dikategorikan dalam logo skrip yaitu dari merek dagang perusahaan bir Bass & Co asal Inggris sekitar tahun 1876. Logo yang terdiri dari segitiga berwarna merah bertuliskan Bass di bawahnya dengan aksen stroke tebal tipis, seolah-olah logo ini dibuat dengan pena fleksibel hasil coretan kelenturan tangan.

Seni menulis mengenal istilah Round-Hand, aliran round-hand pertama kali dipopulerkan oleh seorang master penulis sekaligus ahli gravir asal Britania Raya, George Bickham The Elder (1684–1758). Gaya menulis Bickham inipun diklaim sebagai gaya menulis standar Inggris pada masanya. Di Indonesia sendiri gaya menulis ini sebetulnya sudah sempat diwariskan pada diri kita masing-masing ketika masa sekolah dasar. Jika kalian sudah tidak asing lagi dengan mata pelajaran tegak bersambung atau dikenal dengan istilah menulis elok, itulah Round-Hand. Kepopuleran gaya menulis ini terus berkembang dan terus menginspirasi, satu abad kemudian berbagai merek dagang mulai menggunakannya yang pada akhirnya mengubah format sejarah pada logo skrip.

“The Universal Penman” contoh keahlian tulisan tangan dari seorang Bickham. Sumber foto: Wikipedia.com

Seperti pada logo perusahaan minuman soft drink raksasa Coca-Cola. Logo ini pertama kali dipublikasikan sekitar tahun 1885-1885 oleh Frank Mason Robinson. Ia yang bertanggung jawab atas terciptanya logo ini dengan menggunakan jenis tulisan “Spencerian Script”. Jika Inggris mempunyai gaya menulis Round-Hand, aliran tulisan Spencerian Script ini begitu populer di Amerika sekitar tahun 1850 hingga 1925, dipopulerkan oleh seorang Spencerian Penmanship, Platt Rogers Spencer. Sebagai informasi ekor yang terdapat pada ujung logo skrip disebut dengan Paraph, yang seringkali membentang pada akhir kalimat. Meskipun ada juga beberapa yang menyimpannya diawal kalimat. Paraph awalnya diterapkan sebagai pencegah pemalsuan pada tanda tangan.

Kiri, logo Coca-Cola yang pertama kali diterbitkan pada akhir abad ke-19. Salah satu logo murni yang berformat Spencerian Script. Kanan, tanda tangan Platt Rogers Spencer, yang mana terdapat paraph pada ujungnya. Sumber foto: Wikipedia.com

Seiring perkembangan zaman, pengaruh logo berbasis skrip inipun semakin meluas, seperti Logo Carlsberg yang didesain Thorvald Bindesboll pada tahun 1904. Perusahaan sepeda motor klasik Triump pun sempat mempunyai logo skripnya pada sekitar tahun 1907, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengganti logo pada tahun 1930-an. Tak lupa juga logo ikonik pada produsen mobil ternama, Ford, yang sudah digunakan sejak tahun 1912.

Kiri, logo Triump Motorcycle 1900. Kanan, logo ikonik Ford. Sumber foto: Brandsoftheworld.com

Di masa sekarang logo skrip selalu diidentikan dengan olah raga baseball. Sebut saja logo dari tim baseball The Blue LA Dodgers, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1938, menjadikannya logo olahraga tertua kedua setelah New York Yankees pada tahun 1936. Setelah itu diikuti oleh Philadelpia Phillies pada tahun 1943, New York Mets pun mempunyai logo skrip mereka pada tahun 1962, sedangkan The Oakland Athletics memiliki logo mereka sejak tahun 1968 dan tentu saja logo yang tak kalah populernya yaitu dari The Baltimore Orioles dengan seekor burung ikoniknya, yang diperkenalkan untuk pertama kalinya tahun 1992.

Perlu diketahui bahwa tidak hanya tim baseball saja yang memakai logo skrip ini, olah raga lain seperti NFL pun turut mengadopsi logo berbasis skrip, sebut saja New England Patriots dan Miami Dolphin meskipun tim lain tetap konsisten dengan berlogo maskot dan huruf mengotaknya. Los Angeles Lakers dari National Basketball Association (NBA) sempat memiliki logo skrip mereka sekitar tahun 1960-an.

Luasnya pemakaian logo skrip dari waktu ke waktu menjadi salah satu dorongan kami dalam merancang logo “The Script.”

Kiri, logo Brooklyn Dodgers digunakan tahun 1938 – 1951. Kanan, logo Dodgers setelah berpindah ke Los Angeles tahun 1958 hingga saat ini. Sumber foto: Sportslogohistory.com

Bagi kami, konsep mengenai Ide-Eksekusi-Evaluasi adalah hal mutlak dalam setiap proses pengerjaan grafis maupun pada produk. Tujuan terciptanya Logo The Script ini tak lain sebagai logo alternatif dari “The Redpack” yang kami miliki. Seperti halnya logo klasik Wadezig! yang terdiri dari “Redbox” dan “Twistybox”, logo The Script ini diharapkan dapat menjadi koleksi penyegaran serta pelarian dari estetika brand. Karena kami berasumsi bahwa logo yang baik adalah yang dapat menginspirasi dan dapat menjadi sarana penghantar pesan, yang divisualisasikan dengan berbagai macam ide.

Sebagai pengingat bahwa kami sangat mencintai logo ini, berikut ini adalah beberapa koleksi logo klasik The Script sepanjang tahun 2017.

Berbagai logo yang telah kami buat, beberapa diantaranya mengalami evolusi desain seperti peremajaan ide dan pemikiran pada tema setiap tahunnya. Dalam hal ini kami akan tetap mempertahankan tampilan logo The Script, selama logo skrip dianggap bersifat universal sebagai lambang yang menarik dalam budaya modern.

Kiri, logo original The Script. Kanan, logo alternatif The Script disebut “Varsity.” Dok. Pribadi

Pertanyaannya adalah, apakah logo The Script ini akan kembali hadir pada tahun 2018? Serta seberapa besarkah antusias penggemar Wadezig! terhadap logo ini? Beri kami komentar di bawah.

Referensi 1
Referensi 2


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *