“Longhorn”, Artwork Dengan Inspirasi Band Metal Dan Kontroversi Di Baliknya

Ikon tengkorak lazim digunakan sebagai logo bagi banyak band metal, dari Vic Rattlehead milik Megadeath, Eddie The Head (Iron Maiden), Crimson Ghost (Misfits), hingga Crystar (Danzig & Samhain). Ikon tersebut menjadi ‘muka’ dan mewakili musik yang diusung band bersangkutan. Nama ikon terakhir yang kami sebut di atas akan diulas pada case study ini karena kami baru saja membuat parodi logonya.

Album Samhain dengan logo Crystar

Crystar, tengkorak bertanduk warna putih di latar hitam yang terlihat seram ini jadi ikon band Samhain dan Danzig di awal kemunculannya. Sebagai frontman, Glenn Danzig bertanggung jawab atas munculnya ikon ini di cover album “Intinium” (1984) , “November Coming Fire” (1986) , dan “Danzig” (1988) serta di banyak gigs dan t-shirt kemudian. Tetapi tahukah kamu? Banyak sumber mengatakan bahwa logo tersebut bukan murni buatan Glenn. Faktanya, logo serupa muncul lebih awal di tahun 80’an, diciptakan Michael Golden untuk sampul komik keluaran Marvel berjudul “The Saga of Crystar, Crystal Warrior”. Nahas, komik tersebut kurang terkenal, minim publikasi, tenggelam dan bertahan 11 issue saja.

Sampul komik Crystar ciptaan Michael Golden dan Glenn yang menggunakan t-shirt cover komik tersebut di aksi panggungnya.

Jika Glenn terinspirasi dari komik tersebut bisa jadi hal itu benar, meskipun ia tidak pernah mengakui secara terang-terangan. Seperti kita tahu, Glenn memiliki obsesi dan kecintaan yang besar terhadap dunia komik. Ia mendirikan perusahaan dan mempublikasikan komik ciptaannya sendiri, “Verotik”, di tahun 1990. Pada suatu wawancara, Glenn banyak berbicara mengenai cinta dan obsesinya terhadap komik, tetapi sekali lagi ia tidak pernah menyebutkan Crystar.

Kontroversi tak berhenti sampai disitu, perdebatan terus bergulir mengenai royalti dan kompensasi bagi pencipta aslinya, Michael Golden. Sebagian menyatakan bahwa hal tersebut perlu, dan sebagian lainnya mengatakan hal tersebut tidak perlu karena Danzig telah membawanya menjadi populer. Apapun kontroversi yang mengiringinya, Danzig membawa logo ini menjadi sesuatu yang ikonik dan melekat pada budaya populer.

Cerita di atas merupakan salah satu alasan kami membuat parodi logo ini. Alasan lainnya, kata “Danzig” jika diucapkan memiliki akhiran bunyi huruf serupa “Wadezig!”. Suatu waktu kami pernah berdiskusi mengenai hal ini.

“Hey..kamu tahu Danzig? lebih baik kamu membuat sebuah parodi logonya. Akan terlihat keren karena terdengar seperti Wadezig!.”

Seperti itulah kira-kira percapakannya. Lewat dari obrolan tersebut, kami lalu melakukan riset dan mencari referensi acak di internet mengenai logo ini.

Referensi serupa Crystar yang kami temukan di internet bertuliskan “Hidden Srank” pada tanduk.

Artwork versi kami ini diberi nama “Longhorn”, sesuai dengan tanduk tengkorak yang panjang. Jika dilihat lebih detail, bagian tanduk terdapat tagline propaganda Wadezig!  “Come on Superstar”. Muara artwork ini berada pada t-shirt yang kami rilis di pertengahan tahun dengan warna hitam, merah, dan coklat.

Referensi 1

Referensi 2


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *