Menapaki Jejak si Waffle di Tanah Pasundan Bersama @Vansundan

Sepatu merupakan salah satu fashion item yang selalu di perhatikan orang. Letaknya memang di bagian paling bawah tubuh, tetapi tidak berarti luput dari perhatian. Dari banyaknya berbagai merek sepatu, satu yang menjadi favorit kalangan anak muda adalah Vans. Sepatu asal California, Amerika Serikat, ini banyak digunakan para penggiat extreme sports, band, hingga penggila snekares yang semuanya lekat dengan youth culture. Desain klasik dengan sol waffel menjadi seni tersendiri bagi setiap penggunanya, dan hal ini mewabah di kalangan anak muda seluruh dunia. Tak terkecuali Indonesia, Bandung khususnya, banyaknya vanshead (sebutan bagi penggila vans) di kota ini menjadi awal terbentuknya suatu wadah yang disebut Vansundan. Tak melulu soal vans, Vansundan memiliki berbagai kegiatan sebagai sarana untuk berkontribusi positif seperti fun run hingga futsal. Wadezig! mendatangkan komunitas ini di edisi #ThurstyTalk(17/09) lalu, simak obrolan kami di bawah ini. 

@WDZG: Yups! Waktunya #ThurstyTalk dimulai, dan kami kedatangan @vansundan Langsung sapa mereka yuk. Halo, apa kabar disana?

@vansundan: @WDZG halo halo sangat baik seperti Bandung yg kini semakin lebih baik 😁

@WDZG: Mantap! Nah kami ingin tau tentang kalian nih. Kalau boleh diterangkan apasih @vansundan itu? #ThurstyTalk

@vansundan: @WDZG Kenapa nama komunitas ini vansundan? Terlalu deceiving bukan? Hey its just for fun haha

@vansundan: @WDZG Kebetulan kami hidup di ranah pasundan dan kami memiliki passion terhadap Vans, lucu saja namanya menjadi Vansundan

@vansundan: @WDZG sebuah komunitas independen yang menaungi para pecinta Vans, bukan hanya tentang sepatu saja, menyangkut segala hal tentang Vans

@WDZG: Lalu, bila dibandingkan dengan merk lain, apa yang membuat Vans ini menempel di hati kalian? @vansundan #ThurstyTalk

@vansundan: @WDZG kami mempunyai passion juga pada youth culture nya sesuai dengan tagline Living Off The Wall. Music, local flavor, art & action sport

@vansundan: @WDZG yaah mungkin alasan lain nya mungkin Vans itu sangat simple dengan waffle tunggal legendaris nya sangat eye catching, gak bikin saltum

@vansundan: @WDZG sedikit tentang kami, komunitas ini tidak hanya berfokus pada hal-hal yang kami sukai saja, tapi komunitas ini menjadi sebuah wadah

@vansundan: @WDZG sebuah wadah untuk berkontribusi positif menyuarakan jiwa muda kreatif kalian untuk Bandung, tentu nya sesuai dengan passion Vans

@vansundan: @WDZG kami terbentuk atas keinginan membuat 1 hal lebih maju, bukan hanya dikenal sebagai komunitas, juga diapresiasi sebagai sebuah karya

@vansundan: @WDZG Kami ingin membawa vansundan ini selangkah lebih maju dari komunitas lainnya, bukan dalam artian kompetisi

@vansundan: @WDZG Tapi lebih berarti bahwa Vansundan ini memberikan sesuatu, baik itu proses atau hasilnya pada local society, Bandung

@vansundan: @WDZG Kami akan coba sampaikan semangat Vans yg sesungguhnya yang sangat mensupport youth culture, tentu nya dengan kreatifitas kami

@vansundan: @WDZG seperti event kita tahun lalu yg bertemakan #FUNsundanRUN, yg kemungkinan tahun ini akan digelar vol.2 nya pic.twitter.com/xC2MvnNlJq

CPF7yCGUEAAFJUW

@vansundan: @WDZG kami ingin berkreatifitas & menyuarakan nya pada dunia di sekitar kami dengan cara kami, this is our project for youth culture Bandung

@WDZG: Tanggapannya tentang pengguna Vans abal-abal? @vansundan #ThurstyTalk

@vansundan: @WDZG untuk yang masih memakai vans kw, baiknya coba ngumpulin buat beli yang original, toh gak terlalu mahal kok untuk Vans classic

@vansundan: @WDZG karena Vans original itu awet, durabilitasnya gak diragukan lagi. Ketimbang pake kw yang pastinya cepat rusak dan mungkin tidak nyaman

@WDZG: Nah, bagaimana kita melihat ke originalan dari vans tersebut, ada tips yang bisa dibagi? @vansundan #ThurstyTalk

@vansundan: @WDZG hal yang mesti diperhatikan terutama material, detail, shape. Karena ini kunci untuk menilai keoriginalan sepatu Vans

@vansundan: @WDZG juga stitching, kriteria original bisa dilihat dari stitching yg rapih, shape yang proporsional, material juga colour

@vansundan: @WDZG juga kelenturan midsole Vans, karena Vans sendiri diproduksi untuk kegiatan ekstrim, tentunya durabilitas nya sangat diperhatikan

@vansundan: @WDZG dan tentunya harga bisa menjadi rujukan, karena Vans original dijual dengan range harga 549K paling minimal

@vansundan: @WDZG sedangkan yg kw biasanya dijual di kisaran harga 200K kebanyakan, tapi tidak menutup kemungkinan Vans original dibawah harga 549K

@WDZG: Dari banyaknya koleksi Vans, mana yang menurut kalian paling special? dan wajib dikoleksi? @vansundan #ThurstyTalk

@vansundan: @WDZG tergantung selera, karena Vans banyak berkolaborasi dengan brand, band dan artist-an ternama di dunia

@vansundan: @WDZG dan Vans sering berkolaborasi dengan merilis edisi edisi spesial dan terbatas, 12pair/30pair/100pair/300pair worlwide yang jelas Rare

@WDZG: Dari semua teman-teman @vansundan siapa pemegang rekor yang memiliki Vans termahal? Berapa harganya? 😀 #ThurstyTalk

@vansundan: @WDZG sebut saja dia mawar :)) , untuk harga tidak ada kisaran nya yg jelas collectible item karena edisi sangat spesial diantara yg spesial

@WDZG: Pasti rare banget ya? hehe. Terakhir, kalau mau gabung sama kalian gimana caranya nih? hehe @vansundan #ThurstyTalk

@vansundan: @WDZG mungkin hanya ada 2-3pair di dunia, edisi Friends and Family pair dari Motorhead, sebagai pengusung pertama project collabs band 1998

@vansundan: @WDZG buat gabung? Yang jelas pake Vans original aja dan bisa berbaur, kebetulan besok kita ada kegiatan buat umum 🙂 pic.twitter.com/YUJ7EqFseH

CPGFJXRUYAAu07Z

@WDZG: Cakep! Sip, terima kasih ya untuk waktu ngobrol-ngobrolnya. Sampai jumpa di lain kesempatan @vansundan #ThurstyTalk

@vansundan: thankyou atas ngobrol ngaler ngidul nya @WDZG 🙂


One reply on “Menapaki Jejak si Waffle di Tanah Pasundan Bersama @Vansundan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *