Painting Capsule Collection 2020

Hi, Crowd!
Gimana 2020 kalian? Kalo kami sedang resah akhir-akhir ini mengenai sikap dalam menerima dan memberikan perspektif baru dari sisi pelaku atau penikmat seni itu sendiri.

Hal tersebut mendorong kami terus mencari dan bereksperimen hingga kami memutuskan untuk merilis Painting Capsule Collection pada December 2nd Drop 2020, Issue ini mengaplikasikan beberapa karya pelukis di era Ekpresionisme dan Neo-Ekspresionisme ke dalam design khas Wadezig! Ada yang masih asing dengan era Ekpresionisme dan Neo-Ekspresionisme, Crowd? Mari kita bahas singkat beberapa pelakunya.

Pertama ada Norris Embry, dia disebut “Ekpresionis Jerman-Amerika Pertama”. Lukisannya menggambarkan jiwa Australia dan permasalahan dunia namun disajikan dengan gaya ekpresionis Jerman.
Ekpresionisme lebih umum dikenal sebagai seni yang mengekpresikan emosi mendalam. Meskipun sebagian orang mengatakan tak semua seniman ekpresif, umumnya proses pembuatan karya seni didasarkan pada penekanan mendalam pada komunikasi emosional. Jenis seni macam ini kerap muncul saat terjadi konflik sosial. Melalui tradisi seni grafis tradisional, kita dapat melihat catatan peristiwa abad 15 di Eropa saat terjadi Reformasi Gereja, Perang petani, pendudukan Spanyol atas Belanda, perkosaan, perampokan serta periode kekacauan dan tekanan berkepanjangan.
Secara estetis, karya ekpresionis tidaklah bagus namun aliran ini memiliki kemampuan menggugah emosi penonton melalui drama serta ketakutan melalui gambar yang ditampilkan.

Selanjutnya, Neo-Ekspresionisme adalah salah satu aliran seni yang mencuat mulai tahun 1970an-1980an yang terinspirasi dari Ekspresionisme Jerman. Karakteristik movement ini biasanya berukuran besar, figuratif, digambar secara cepat, dan seringkali ditambah dengan barang-barang tambahan seperti pecahan piring, sejumput jerami, dan lain-lain yang diaplikasikan ke permukaan karya seninya.

Contoh nyata era Neo-Ekspresionisme adalah Philip Guston, pelukis yang sebelumnya lebih sering membuat karya dengan gaya Ekspresionisme Abstrak, menjadi pendahulu gerakan terbaru dalam seni lukis tersebut. Ia berpindah haluan karena merasa kecewa dengan Ekspresionisme Abstrak dan menganggap Neo-Ekspresionisme memungkinkannya untuk “bercerita”. Hal ini membuat popularitas Neo-Ekspresionisme semakin menanjak di Amerika Serikat pada tahun 1960-an.

Lalu ada David Salle yang merupakan salah satu pelukis yang mengimani aliran Neo-Ekspresionisme, dengan karyanya Ghost Painting yang dipamerkan di New York Skarstedt Gallery November kemarin.

Neo-ekspresionisme disebut-sebut sebagai salah satu yang membuat seni graffiti bisa dipamerkan di galeri seni. Padahal, umumnya seni graffiti ini biasa dilihat di tempat umum dengan goresan dan gaya yang khas.

Kalo menurut kalian? Apa Graffiti juga layak ada di Galeri-galeri terkenal? Atau jalanan adalah Galeri terbaik untuk graffiti?

Pada edisi Painting Capsule collection ini kami merilis 3 design dengan mengimplentasikan karya-karya dari Norris Embry (Painting Twisty Black)

Philip Guston (Painting Navy)

dan David Salle (Salle Peach)

Painting Capsule Collection sudah tersedia online dan offline.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *