@PerpusZineBDG: Zine Sebagai Sarana Penyampaian Alternatif

Screenshot (296)

Zine berasal dari kata fanzine yang merupakan singkatan dari fan magazine untuk membedakannya dari majalah komersial, atau magazine dan fanzine. Magazine berhubungan dengan hal-hal yang negatif seperti komoditi sementara fanzine berhubungan dengan hal-hal yang positif seperti informasi. Sebelumnya orang-orang menuliskan kata zine menggunakan apostrophe (’zine) untuk menunjukkan bahwa “fan” telah ditinggalkan, tetapi terus berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda dari fanzine, apostrophe-nya dihilangkan.Sekarang hanya disebut “zine”.

Kini, zine menjadi media alternatif, siapapun boleh membuat zine, tidak ada batasan, editorial bahasa pun dibuat bebas tergantung keinginan si pembuat. Semangat ‘Do It Yourself” menjadi dasar dalam pembuatan zine, sehingga tema-tema yang tidak biasa bahkan tabu pun bisa diangkat dalam zine. #ThurstyTalk kali ini (19/06) kami berhasil ngobrol dengan penggiat zine di Kota Bandung yaitu @PerpusZineBDG, apa saja yang kita bicarakan, simak obrolan kami di bawah ini:

@WDZG: Halo @PerpusZineBDG, apa kabar? Kasih tau dong siapa kalian? Terus, kasih tau apa zine itu? #ThurstyTalk

@PerpusZineBDG:@WDZG kabar baik. kami adalah komplotan para penyuka majalah fotokopian yg punya bahasa keren nya ‘zine’ di bandung.

@PerpusZineBDG: @WDZG zine itu adalah majalah fotokopian tentang apapun yg disukai editornya, disebarkan secara terbatas dengan semangat “do it yourself”

@WDZG: @PerpusZineBDG Lalu apa yang membedakan zine dengan majalah atau tulisan-tulisan lainnya?

@PerpusZineBDG: @WDZG yg membedakan nya terletak pada style si editor zine itu sendiri. entah itu dari isu yg diangkat, media yg digunakan, layoutnya dll.

@PerpusZineBDG: @WDZG pada inti nya sih zine itu adalah makhluk yg dibikin seenak udel si pembuatnya. udah gitu aja ya. masih kurang jelas? haha.

@WDZG: @PerpusZineBDG Wahaha. Udah jelas banget itu, lalu bagaimana perkembangan zine di Bandung? #ThurstyTalk

@PerpusZineBDG: @WDZG perkembangan zine di bandung dari awal taun 2000an sampai sekarang cukup stabil walaupun ada naik turun nya kayak putaran roda bmx 😀

@WDZG: @PerpusZineBDG Boleh beritahu beberapa zine yang masih aktif dan melakukan propaganda hingga kini? #ThurstyTalk

@PerpusZineBDG: @WDZG untuk zine sekarang2 yg masih aktif di bandung ada: Nobody Zine, Cronos, Paper Zine, distraction zine, coffee n skate, cucokrowo, dll.

@PerpusZineBDG: @WDZG Konak, Lapuk, Madafakah, Pussy Wagon, Seputar Berputar, Uprock Newsletter, Flank, Loudsonic Anxiety, banyak banget lah.

@WDZG: Untuk program @PerpusZineBDG sendiri, gimana caranya menyebarkan zine ini ke masyarakat umum biar gak cuman baca majalah konvensional aja?

@PerpusZineBDG: @WDZG kami gakan maksa2 masyarakat umum buat baca zine. ya itu terserah mereka. kalo ada yg punya passion sama zine, ya kami fasilitasi.

@PerpusZineBDG: @WDZG untuk penyebaran zine kami melakukan distribusi dengan jaringan kengkawan di seluruh indonesia dan itu uda lama kita lakukan sampe skg

@WDZG: @PerpusZineBDG Subcomandante Marcos bilang “Kata-Kata Adalah Senjata”, apakah zine juga merupakan senjata? #ThurstyTalk

@PerpusZineBDG: @WDZG tergantung gimana si editor zine itu sendiri dalam ngebentuk zine nya. bisa jadi senjata, bingkisan cantik, untuk nyekil cewek jg oke.

@WDZG: @PerpusZineBDG Lalu, di tahun 2014 ini adakah rencana mengadakan Bandung Zine Fest lagi? Atau proyek lainnya? #ThurstyTalk

@PerpusZineBDG: @WDZG tahun ini kami sepakat untuk tidak mengadakan event #BandungZineFest lagi dan memfokuskan utk menjalankan proyek2 yg terporos pd zine.

@PerpusZineBDG: @WDZG proyek 2014 ini, ya ini yg kami bikin. Perpustakaan Zine Bdg. Agar kedepannya akses Zine bisa diakses setiap hari.

@PerpusZineBDG: @WDZG untuk kegiatan pertama, kita bikin kompilasi “pustaka nada masakini” sebagai benefit awal sumber dana kegiatan kami (1)

@PerpusZineBDG: @WDZG jika berminat, bisa kontak lewat imel kami. Masih ada 50pcs kompilasi dalam bentuk CD berisi 20band didalamnya. (2)

@PerpusZineBDG: @WDZG silahkan kunjungi kami di: Komp. Angeli Asri (rumah warna biru) Cijambe – Ujung Berung – Bandung. untuk sekedar berbincang & bersantai

@WDZG: @PerpusZineBDG Terakhir nih, kalau mau akses arsip zine kalian harus kemana? Terus sarannya buat yg mau mulai buat zine? #ThurstyTalk

@PerpusZineBDG: @WDZG Komp. Angeli Asri (rumah warna biru). Cijambe – Ujungberung. Sebagai alamat sementara, kedepannya kita masih cari space yg strategis.

@PerpusZineBDG: @WDZG untuk yg mau bikin zine, bikin aja gaush bingung mau bikin zine apaan. Kamu editor, kamu penulis kamu redaksi. Zine kamu gimana kamu!

@PerpusZineBDG: @WDZG kalo mau bikin zine hal yg paling pertama yg harus ada tuh: Niat. seberapa niat sih bikin zine di era hegemoni internet sekarang ini.

@PerpusZineBDG: @WDZG “kalo benci media! Jangan hina media tapi bikin media sebagai kultur tandingan media yang kamu benci” – quotes asoy.

@WDZG: Quotes nya mantap! Baik kalau begitu, sukses buat kalian @PerpusZineBDG. Makasih udah mau diajak ngobrol, maaf gak ada kopi nya nih. 😀

@PerpusZineBDG: @WDZG sama-sama kakak trendy. sukses juga buat tokonya ya. kalo mau donasi, pintu kami terbuka lebar dengan senang hati. 🙂


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *