Proses Pembuatan Celana Jeans

Jeans adalah celana yang terbuat dari denim atau kain dungaree. Seringkali istilah “jins”mengacu pada gaya tertentu celana, yang disebut “blue jeans” dan diciptakan oleh JacobDavis dan Levi Strauss pada tahun 1873. Mulai tahun 1950-an, jeans, awalnya dirancang untuk koboi, menjadi populer di kalangan remaja.

Tau gak? Kalo jeans berbahan dasar dari kapas yang diolah secara modern hingga menghasilkan jeans berkualitas, kuat dan tahan lama. Gimana sih sebenarnya proses pembuatan jeans? Yuk tonton video Friday kali ini untuk lebih tahu proses pembuatan celana jeans.

Pertama tentu saja petani kapas harus memanen kapas di ladang kapas mereka. Jika petani memanen kapas dengan menggunakan tangan dalam satu hari mereka dapat memanen hingga 50kg kapas. Berkat kecanggihan teknologi, sekarang dengan menggunakan mesin petani bisa memanen hingga 500 kilogram dalam waktu seminggu. Tapi dari 500kg itu kapas masih harus dibersihkan dari dedaunan dan sampah lainnya. Untuk memudahkan pemisahan kapas dan sampah lainnya, mereka menggunakan mesin lainnya. Setelah dibersihkan dan diaduk-aduk, kapas pun mulai dibentuk menjadi benang awal.
Setelah benang jadi, kemudian desainer membuat pola dengan cara menggambar bentuk pola berdasarkan pengukuran (dari sampel) yang disediakan oleh desainer jeans. Diperlukan sekitar 15 potongan kain bahan denim/jeans untuk dapat membentuk pola standar untuk sepasang celana jeans standar yang memiliki 5 saku/kantong celana. Kemudian menghitung pemakaian kain optimal dengan menyusun semua potongan pola kain denim/jeans pada kertas yang ditempatkan di atas kain denim baik dengan manual (digambar) maupun dengan program komputer.

Setelah menggambar garis potong pada kertas, potongan kain denim diletakkan di atas meja pemotongan. Ketika dipotong, kain denim tersebut bisa sampai 100 lapis tumpukan dan pemberat diletakkan di atasnya untuk menopang kain denim tersebut pada tempatnya.

Selanjutnya, bagian-bagian terpisah dari jeans yang telah dipotong dengan mesin pemotong tekstil kemudian ditandai dengan masing-masing ukurannya dengan menggunakan kapur agar dapat hilang setelah dicuci. Semua potongan-potongan dari denim dipotong kemudian dimasukkan ke dalam bundel berdasarkan ukurannya.

Untuk membuat sepasang celana jeans dibutuhkan sekitar 1,6 meter kain denim, beberapa ratus meter benang jahit, 6 paku keling, 1 atau 5 kancing jeans, 4 label (biasanya kulit imitasi), dan ritsleting (opsional). Sebuah pabrik celana jeans rata-rata dapat membuat sekitar 2.500 celana jeans per hari. Disana terdapat mesin-mesin yang berbeda untuk masing-masing pekerjaan.
Rata-rata untuk membuat satu celana jeans biru, akan memakan waktu sekitar 15 menit dengan 12 tahap pembuatan. Setelah dijahit, celana jeans/denim dibawa ke tempat yang disebut “pabrik pencuci”. Sebuah “mesin cuci” yang akan digunakan untuk mencuci 150 celana jeans membutuhkan sekitar 150 kg batu apung dan lebih dari 750 liter air tergantung bagaimana tingkat kepudaran yang diinginkan. Celana jeans/denim tersebut akan dicuci antara 30 menit sampai dengan 6 jam.

Setelah dicuci, celana jeans/denim diperiksa bila ada kesalahan dan benang yang longgar akan dipotong. Kancing-kancing dan paku keling ditempatkan pada bagian-bagian tertentu dari celana jeans dengan menggunakan mesin press tipe khusus. Lalu, celana jeans dibawa ke ruang pengepakan di mana pemeriksaan kualitas terakhir dilakukan dan label ditempelkan.
Terakhir, celana jeans yang sejenis diberi “hang tag”, “joker ticket”, “pocket flasher”, “leg sticker” di dalam label dengan produk asal dan ID tag produk. Ketika semuanya telah selesai dilakukan, celana jeans akan ditempatkan dalam polybag dengan teks peringatan yang tepat dan dikemas dalam kotak atau tas, tergantung pada negara tujuan pengiriman, karena beberapa negara atau daerah memiliki peraturan kemasan yang lebih ketat daripada yang lain.

Gak gampang kan proses pembuatan celana jeans itu… Kalian punya berapa pasang celana jeans, Crowds?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *