Rocktober 2017: The Frontman

Merayakan kecintaan terhadap musik, khususnya rock, selama satu bulan penuh di Oktober kami dedikasikan untuk genre musik tersebut. Dimulai tahun 2012, isu ini kami beri nama “Rocktober” penggabungan kata ‘rock’ dan ‘Oktober’. Rocktober direalisasikan dalam bentuk kolaborasi bersama musisi, artist, band, fotografer, dll.

Sedikit throwback ke edisi Rocktober tahun-tahun sebelumnya, berbagai tema dan kolaborasi Rocktober selalu meninggalkan kesan. Seperti di tahun 2016, ketika kami berkolaborasi bersama seorang stage fotografer, Shutter Beater, untuk menampilkan foto-foto konser paling emosional. Atau tahun 2015, ketika kami mengeksplorasi musik folk metal dengan nuansa kental cerita heroik mitologi Nordik.

Tahun ini, kami mengundang dua frontman band lokal untuk merespon lagu yang mereka ciptakan dan bawakan di atas panggung menjadi suatu artwork atau ilustrasi. Dua nama tersebut adalah Indra Wirawan alias Morrgth, pencabik bass sekaligus vokalis band grindcore asal Bandung, Rajasinga. Satu lainnya yaitu Farid Stevy, vokalis band asal Yogyakarta FSTVLST (dibaca: Festivalist). Jika ditarik garis lurus, persamaan keduanya yaitu selain sebagai musisi mereka juga hebat dalam menggambar dan membuat ilustrasi/artwork, yang tak jarang keperluan visual untuk band masing-masing mereka ciptakan sendiri.

Edisi Rocktober kali ini akan terasa lebih personal dan intim karena pembuatnya tahu luar dalam apa yang diciptakannya. Kami meminta mereka memilih satu lagu yang akan direpresentasikan dalam artwork. Setelah beberapa diskusi kemudian, Morrgth memutuskan membuat artwork lagu “Ada”, sedangkan Farid membuat artwork dari lagu “Hujan Mata Pisau”. Mari dengarkan sejenak dua lagu ini.

 

Rasa Psikedelia di “Ada”

Aku ada! Aku punya!
Kau tenang saja
Duka lara, gundah gulana
Bakarajalah…

Penggalan lirik di atas merupakan lagu Rajasinga berjudul “Ada”, yang merupakan track di album “III” (2016). Dilansir dari wawancara Rajasinga dengan djarumcoklat.com, lagu ini bercerita tentang persahabatan. “Ada, punya, dan bersedia untuk teman. Saling berbagi kebahagiaan, saling merangkul, dan saling peduli dengan keadaan dan keberadaan sesama.”

Lagu ini diilustrasikan Moorgth dengan pola wajik saling mengisi membentuk lingkaran. Pola tersebut kemudian ditimpa objek-objek tiga dimensi yang penempatannya mengikuti arah mata angin. Di arah empat mata angin utama terdapat daun mariyuana, dan pada bagian tengahnya ada sesosok monster berkepala ular dengan lidah menjulur dan mata bersinar. Ilustrasi ini diwarnai Morrgth dengan warna-warna mencolok dan terang serupa warna pelangi.

DSC05727

Jika dilihat lebih detail, warna-warna yang disematkan memberi efek halusinasi dan berputar, membawa kita mengawang tinggi serta berimajinasi. Serupa efek yang terjadi terhadap seseorang yang sedang dalam pengaruh daun bernama lain cannabis sativa. Penggambaran daun dan warna-warna yang mengikutinya memiliki keterkaitan sehingga tampak serasi dan penuh arti.

DSC05763

Penggambaran dengan unsur psikedelik jadi salah satu gaya Morrgth ketika berkarya. Juga dengan singgungan isu seputar daun mariyuana, yang berada di ranah abu-abu dan selalu diperdebatkan tentang khasiatnya lantang ia teriakan bersama Rajasinga. Maka tak heran jika hal tersebut kemudian ia bawa ke edisi Rocktober 2017, dan jadi ilustrasi yang pas untuk lagu Ada.

 

Ketajaman Kata di “Hujan Mata Pisau”

Seribuan tangkai bunga ditumbuhkan
Dan payung baja ku biarkan tak berkembang
Keberanian yang menyelamatkan
Hujan mata pisau
Keberanian yang menyelamatkan

Vokalis FSTVLST (dibaca: Festivalist), Farid Stevy, mahir dalam meramu kata menjadi sesuatu yang sarat makna. Karya visualnya tak hanya menarik dilihat tetapi juga menyampaikan banyak pesan, yang ia tuliskan langsung dalam bentuk teks. Karyanya menjadi begitu kuat karena penyatuan dua unsur tersebut, ditambah skema warna hitam, merah, dan putih yang membuatnya semakin khas.

Keterkaitan Farid Stevy dan teks ia tampilkan juga pada lirik-lirik lagu FSTVLST, salah satu contohnya bisa kita lihat pada penggalan lirik “Hujan Mata Pisau” di atas. Lirik yang menjadikan kita menggebu untuk lebih berani menghadapi segala hal dan rintangannya. Dalam suatu wawancara, Farid mengungkapkan kecintaannya terhadap teks. Ia menikmati teks dimanapun dan kapanpun, layaknya makanan teks merupakan lauk pauk favorinya.

DSC06163

DSC05957

Untuk Rocktober 2017, “Hujan Mata Pisau” dikemas Farid Stevy dengan penggambaran payung baja, awan, dan teks bertuliskan “Keberanian Menyelamatkan”. Pewarnaan merah dan hitam ditampilkan dalam t-shirt warna putih. Penggambaran ini jadi visualisasi yang menarik untuk lagu dalam album HITS KITSCH (2014). Objek-objek pada karya tersebut jadi simbol atau bahasa lain yang mewakili maksud di “Hujan Mata Pisau”.

Koleksi Rocktober 2017 bisa kalian dapatkan di sini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *