Rocktober: Tales of Asgard

Setiap tahun Wadezig! mendedikasikan satu bulan khusus untuk merayakan kecintaan terhadap genre rock. Mulai diangkat sejak tahun 2012 isu ini kami beri nama Rocktober, penggabungan dari kata ‘Rock’ dan ‘Oktober’. Wadezig! akan merepresentasikan musik rock kedalam sebuah artwork yang nantinya dicetak menjadi t-shirt, poster, dan lain-lain. Rocktober 2015 kami dedikasikan untuk folk metal, merupakan genre yang lahir dan berkembang di Eropa Utara. Sepanjang Oktober kami telah merilis tiga artwork bernuansa mitologi Skandinavia dengan tema Tales of Asgard. Case study kali ini kami akan mengulas secara lengkap behind the scene dari seri tersebut.

Folk Metal merupakan genre fusi dari metal dengan gabungan musik folk (tradisional) yang pertama kali berkembang di Eropa tahun 90’an. Ciri khas dari Folk metal yaitu penggunaan instrumen atau alat musik tradisional, dan tema lirik berfokus pada cerita rakyat/dongeng, fantasi, mitologi, alam, epik, hingga Viking. Folk Metal terbagi menjadi beberapa sub-genre lain berdasarkan dari segi tema lirik, dan salah satunya yaitu viking metal. Viking metal merupakan gaya bermusik heavy metal dengan unsur black metal dan musik folk Nordik. Tentunya, tema dan lirik berfokus pada mitologi Nordik, paganisme Norse, dan zaman Viking.

Mitologi Nordik menjadi isu utama yang kami angkat kepermukaan, dongeng tentang kegagahan dewa-dewa Skandinavia memukau kami. Cerita kekuatan Odin, Thor, serta ramalan perang akhir zaman yang disebut Ragnarok sangat memikat. Dari banyaknya tokoh dan cerita dalam mitologi ini, kami memutuskan untuk lebih memperdalam mengenai Huginn & Muninn, The Norns, dan The Sons of Fenrir: Skoll & Hati.

FujinRaijinFIX

Huginn (pikiran) dan Muninn (ingatan) merupakan sepasang burung gagak yang terbang ke sembilan dunia dan mengabarkan segala informasi yang mereka temukan kepada dewa Odin. Kedua gagak yang diberi kemampuan berbicara ini digambarkan bertengger di bahu Odin dan membisikan berita yang mereka dapatkan. Huginn dan Muninn terbang keluar ketika fajar dan kembali pada waktu malam dengan membawa segudang informasi. Kedua gagak informan ini merupakan sumber kebijaksanaan Odin dalam menentukan keputusan.

Norn

The Norns digambarkan sebagai tiga wanita yang  menentukan jalannya takdir seluruh mahluk hidup di alam semesta. Ketiganya bernama Urd, Verdandi, dan Skuld. Mereka tinggal dekat mata air Urd di akar Yggdrasill, menjaga pohon tersebut sebagai pusat alam semesta dengan menyiram batang dan akar Yggdrasil menggunakan air dari sumur Urd. Mereka menentukan takdir dengan menenun benang nasib seperti membuat jaring.

Fenrir

Hati dan Skoll merupakan sepasang serigala pengejar matahari (sol) dan bulan (mani) yang akan mereka lahap. Dengan memakan matahari dan bulan menyebabkan dunia menghitam dan runtuh. Kejadian ini merupakan tanda awal terjadinya Ragnarok, yaitu serangkaian peristiwa tentang ramalan akhir zaman dan peperangan terakhir para dewa. Peristiwa tersebut menyebabkan alam semesta hancur lebur serta matinya para dewa yang di akhiri dengan munculnya dunia baru dan kehidupannya.

Clip_8

Ide awal ini kami eksekusi dengan menuangkannya menjadi artwork yang ketiganya dikerjakan dalam selembar kertas ukuran A3 dengan drawing pen 0,1 mm. Teknik dotting atau pointilism di aplikasikan untuk mendapatkan detail maksimal, dibutuhkan kesabaran dan ketelitian untuk membubuhkan dot satu demi satu. Dibutuhkan waktu satu bulan lebih untuk mengerjakan semuanya. Setelah artwork selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah proses digitalizing dengan men-scan artwork tersebut dan memperhalus beberapa bagian menggunakan salah satu software pengolah citra.

WTM0033274 THE NORNS BLACK IDR 129.000

Setelah siap, lanjut di tahap produksi dengan membuat film sablon untuk ketiga artwork tersebut. Teknik sablon yang dirasa cocok adalah raster dengan pilihan warna putih, diaplikasikan ke dalam t-shirt hitam bermaterial cotton combed 30’s. Dua artwork dibuat di t-shirt lengan pendek, dan satu menjadi t-shirt lengan panjang. Akhirnya, seri ini dirilis tepat di awal Oktober dibuat terbatas dan didedikasikan bagi kalian penikmat musik rock, folk metal khususnya.

 

 


One reply on “Rocktober: Tales of Asgard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *