#ThurstyTalk Vol. 5 : Jumping with Parkour Bandung (@ParkourBDG)

Logo_Baru

Photo by Twitter

 Banyak orang menilai parkour sebagai olahraga ekstrim yang keren, seperti dalam film Yamakasi dan District B13, misalnya. Padahal “Parkour adalah disiplin jangka panjang.” Seperti yang dikatakan David Belle.

David Belle, pada tahun 1986,  seorang remaja berusia 16 tahun, memutuskan untuk berhenti sekolah dan mendatangi daerah suburban Paris bernama Lisses demi kecintaannya akan kebebasan dan aksi, serta keinginan mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya.

Ayahnya, Raymond Belle, adalah seorang pemadam kebakaran militer, begitu juga kakek yang membesarkannya. Di kala orangtua lain melarang anaknya melakukan permainan berbahaya, Raymond kerap mengajak David kecil dan sepupu-sepupunya bermain di hutan, berolahraga dengan meloncati dan memanjati rintangan-rintangan yang mereka temui, melakukan skenario seolah-olah mereka sedang melarikan diri dari situasi yang sulit.

Terinspirasi dari kehidupan heroik keluarganya, di Lisses, David bertemu dengan pemuda-pemuda yang berpandangan sama. Bersama mereka dan sahabat masa kecilnya, Sebastién Foucan, Belle membentuk kelompok Yamakasi. Lahirlah apa yang mereka sebut dan kerjakan sebagai art du deplacement, atau seni berpindah tempat dari titik A ke titik B, dengan tepat, cepat, dan seefisien mungkin.

Seiring perkembangan Yamakasi, Belle kemudian berpisah dengan Foucan. Foucan mengembangkan gerakan-gerakan yang lebih akrobatik dan menarik secara estetika, bertentangan dengan faham Belle mengenai kecepatan, ketepatan, dan efisiensi gerak. Apa yang dilakukan Belle kemudian dikenal dengan nama Parkour, sementara Foucan mengembangkan Freerunning. Film Yamakasi yang terinspirasi dari pergerakan kelompok tersebut kemudian dibuat tanpa kehadiran mereka berdua pada 2001.

Kurang lebih seperti itulah sejarah singkat awal berdirinya Parkour. Seiring perkembangan zaman, kegiatan ini pun dijadikan olahraga oleh banyak peminatnya. Hingga saat ini, komunitas Parkour telah tersebah hampir di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Bandung, kota yang dikenal dengan 1001 komunitas pun tidak ketinggalan. Olahraga yang satu ini ternyata banyak diminati juga di Bandung, gak disia-siakan, kami ajak mereka ngobrol di #ThurstyTalk minggu ini untuk tahu lebih banyak tentang komunitas ini. Berikut conversation singkat dan seru kami dengan @ParkourBDG  :

@WDZG : Sore Crowds, masih semangat kah? It’s time to #ThurstyTalk, dan kali ini @ParkourBDG jadi korbannya. Simak yuk! 😀

@WDZG : Mungkin banyak dari kalan, Crowds, yang belum tau apa itu Parkour, @ParkourBDG please let them know, what’s Parkour? #ThurstyTalk

@ParkourBDG :  Secara umum, definisi Parkour adalah sebuah disiplin yang diembangkan dari sebuah obstacle course training. @WDZG #ThurstyTalk
Perkembangan baik dari segi gerakan dan filosofi. @WDZG #ThurstyTalk
Parkour sendiri sangat bersifat ersonal. Jadi para praktisinya pasti punya definisi parkour untuk dirinya sendiri. @WDZG #ThurstyTalk

@WDZG : Dari yang kami ketahui olahraga ini cukup ekstrim, ada ga salah satu dari kalian yang awalnya takut buat gabung ke @ParkourBDG? #ThurstyTalk

@ParkourBDG : Mungkin ini miskonsepsi yang ada di media saat ini. Latihan parkour jauh dari kesan extreme. @WDZG #ThurstyTalk
Apa yang Crowds liat di youtube merupakan hasil dari latihan yang panjang. @WDZG #ThurstyTalk
Latihan parkour itu aman. Disinilah tugas kami. Membimbing teman-teman untuk berlatih. @WDZG #ThurstyTalk

@WDZG : Wow, lalu hal positif apa yang udah kalian lakukan selama komunitas @ParkourBDG berdiri? #ThurstyTalk

@ParkourBDG : Kita sering melakukan kegiatan donor darah bersama. Kita juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Earth hour. @WDZG #ThurstyTalk
Kita juga pernah menggalag dana untuk korban merapi dengan cara flip for Indonesia. @WDZG #ThurstyTalk
Untuk setiap donasi 10rb, kita melakukan 1 back flip. Ini merupakan konsep dasar Flip for Indonesia. @WDZG #ThurstyTalk

@WDZG : Apa aja manfaatnya setelah melakukan olahraga Parkour? @ParkourBDG #ThurstyTalk

@ParkourBDG : Tentunya kita jarang sakit dan badan juga fit. *dapet bonus six pack kalo rajin latihan* @WDZG #ThurstyTalk
Selain dari fisik, parkour juga membantu pembentukan karakter seseorang. @WDZG #ThurstyTalk
Pembentukan karakter ini tentu ke arah yang positif. Mungkin ini terkesan klise buat Crowds. Tp kami sudah merasakannya. @WDZG #ThurstyTalk

@WDZG : Kebebasan apa aja di dalam olahraga Parkour? @ParkourBDG  #ThurstyTalk

@ParkourBDG : Dalam parkour kita bebas mengekspresikan diri lewat tetapi kita mempunyai batasan. @WDZG #ThurstyTalk
Batasan itu adalah kita tidak boleh merugikan orang lain. @WDZG #ThurstyTalk
Parkour bersifat amat sangat profesional. Mungkin beberapa orang punya cara beda untuk menjelaskan kebebasan ini. @WDZG #ThurstyTalk

@WDZG : Oke the last, tolong kasih tahu sama Crowds, gimana cara gabung ke komunitas @ParkourBDG kapan kalian melakukan latihan? #ThurstyTalk

@ParkourBDG : Kita latihan hari Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu. @WDZG #ThurstyTalk
Untuk Crowds yang ingin bergabung bisa datang di hari Minggu jam 9 pagi bertempat di Taman Parkir Utara ITB. @WDZG #ThurstyTalk
Untuk info lebih lanjut, Crowds bisa lihat di http://www.parkourbandung.com/p/faq.html @WDZG #ThurstyTalk
Oh iya… Latihan bareng kita itu GRATIS!!! @WDZG #ThurstyTalk

@WDZG : Another WOW! Haha, seru! Intinya banyak hal positif yg bisa kalian lakuin, Crowds. Udah ada yang minat gabung @ParkourBDG? 😀 #ThurstyTalk
Cukup segitu #ThurstyTalk-nya kali ini, ya. Hatur nuhun buat @ParkourBDG udah nularin energi pritifnya buat kami. Sukses terus buat kalian! 😀

Menarik bukan, Crwds? Bagi para praktisinya, Parkour memberikan banyak hal yang membuat mereka bertahan mengembangkan diri dalam Parkour maupun komunitasnya. Perbedaan motivasi, latar belakang fisik maupun mental memberikan hasil yang berbeda-beda bagi setiap orang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *