Tipografi Ala Geometris di Artwork Shape

Dari banyaknya jenis tipografi saat ini kami tertarik untuk mengulik lebih dalam salah satu jenis tulisan bergaya geometris. Gaya tulisan ini kami aplikasikan pada produk t-shirt koleksi “August 1st Drop” bernama ‘Shape’. Apa yang unik di artwork ini? Mari kita ulas.

Jika dilihat secara kasat, artwork ‘Shape’ menampilkan delapan persegi yang disusun menjadi dua baris. Dalam setiap persegi terdapat bentuk segitiga, setengah lingkaran, hingga persegi panjang. Setiap bidang ditegaskan dengan line art hitam dan diberi warna berbeda yaitu coklat, oranye, hijau, dan hijau chartreuse. Sehingga tampak setiap kotak mewakili satu huruf, yang jika dibaca membentuk kata “Wadezig!”.

Apa yang kamu rasakan ketika melihat bentuk tulisan tersebut? Aneh, canggung, atau sulit dibaca? Ya, memang seperti itulah sifat dari font geometris. Meski bentuknya termasuk golongan modern tetapi strukturnya menjadikan agak sulit dibaca terutama bentuk huruf kecil. Struktur font geometris dibentuk dari bangun datar seperti segitiga, persegi, lingkaran, dan persegi panjang, yang bersinggungan langsung dengan bentuk pada bidang arsitektur, desain grafis, serta dalam desain jenis huruf. Salah satu contoh terkenal dari jenis font geometris adalah Futura dan Avant Garde.

Perbandingan font geometris buatan Herbert Bayer, Josef Albers, Kurt Schwitters, dan Paul Renner. Sumber foto: fontshop.com

Merunut sejarahnya, font geometris dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1920. Tokoh awalnya yaitu Herbert Bayer dan Jakob Erbar, yang keduanya bekerja untuk Universal Typeface. Tahun 1927 Paul Renner melahirkan font geometris yang kita kenal sebagai Futura. Rentang tahun 1920-an hingga 1930-an bentuk font geometris terus berkembang dan menghasilkan jenis font seperti Gotham, Avant Garde, Nobel, dan Metro. Berbicara tentang font Geometris tak lengkap rasanya tanpa menyebut Bauhaus Art School Jerman yang membawa prinsip kesederhanaan dan fungsi ditambah dekorasi pada font ciptaannya.

A post shared by WADEZIG!™ (@wdzg) on

Kembali tentang artwork ‘Shape’, pembuatan artwork ini mula-mula dilakukan secara hand drawing di secarik kertas. Setelah itu proses digitalisasi dengan men-scan artwork dan merapikan bagian-bagian tertentu. Lanjut menuju proses pewarnaan dengan warna-warna yang sempat kami singgung di atas. Terakhir tentu saja mencetaknya di t-shirt, dalam hal ini t-shirt dengan warna dasar biru telur asin atau lite blue jadi pilihan kami, dan jadi paduan pas dengan artwork ini.

Referensi 1
Referensi 2
Referensi 3

 

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *